Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

E-Sports Kabupaten Malang Kesulitan Mendapat Kejuaraan yang Ideal

Galih R Prasetyo • Kamis, 17 April 2025 | 17:26 WIB
HANYA LATIHAN: Atlet ESI Kabupaten Malang nomor PUBG berlatih di Malang Creative Center, Kota Malang, Minggu lalu (13/4). (MUHAMMAD AFFAN FAUZAN/RADAR MALANG)
HANYA LATIHAN: Atlet ESI Kabupaten Malang nomor PUBG berlatih di Malang Creative Center, Kota Malang, Minggu lalu (13/4). (MUHAMMAD AFFAN FAUZAN/RADAR MALANG)

PERSIAPAN E-Sports Indonesia (ESI) Kabupaten Malang untuk Porprov Jawa Timur IX 2025 tidak berjalan mulus.

Mereka menghadapi tantangan untuk mengembangkan performa atlet dengan maksimal.

Salah satunya, kesulitan mengukur progres atlet akibat minimnya kejuaraan.

Sekretaris ESI Kabupaten Malang Yhonanda Sisanata menjelaskan, belum menemukan turnamen yang ideal untuk menjajal kekuatan atlet di nomor PUBG dan E-Football.

”Mencari turnamen di kedua nomor tersebut jauh lebih sulit dibandingkan nomor lain,” katanya.

Menurut Yhonanda situasi itu disebabkan, PUBG dan E-Football kalah populer dengan gim lain.

Seperti Mobile Legends dan Free Fire.

Akibatnya, minat untuk menggelar turnamen di dua kategori gim itu di tingkat Provinsi minim.

ESI Kabupaten Malang harus mencari kejuaraan tingkat nasional, bahkan internasional jika ingin menambah jam terbang atlet.

”Tapi itu masih sulit. Misalnya ada, kategori turnamen fast tour (FT),” terang dia.

FT atau turnamen cepat merupakan kejuaraan mini yang digelar dalam waktu singkat.

Umumnya, berlangsung beberapa laga dalam sehari.

Sejauh ini, Yhonanda mengandalkan turnamen itu sebagai alternatif tryout atlet PUBG.

Sementara untuk E-Football, jauh lebih sulit lagi.

Penyebabnya, banyak kejuaraan tingkat Kota, Kabupaten hingga Provinsi menggelar turnamen dengan versi gim lama.

”Pertandingannya menggunakan gim PES versi 2017 hingga 2019,” tambahnya.

Keikutsertaan atlet di tur namen, dianalisis Yhonanda sangat penting.

Berpengaruh untuk perkembangan atlet.

Itu karena, menjadi tolok ukur tim pelatih melakukan evaluasi.

”Saat ikut turnamen lokal kami terus yang menang, perlu berlaga di level Provinsi untuk mengasah kemampuan atlet,” tuturnya.

Yhonanda berharap, mendapat support dari KONI Kabupaten Malang untuk mengatasi situasi tersebut. Dilihat, perlu sinergi demi prestasi di Porprov Jatim nanti. (wb3/gp)

Editor : A. Nugroho
#porprov jawa timur #ESI #e-Sport #gim #Kabupaten Malang #Turnamen #E-football #pubg