Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Peternak Susu Kambing Kesulitan Memasarkan Produk

Mahmudan • Sabtu, 19 April 2025 | 21:43 WIB
ANDALKAN PELANGGAN TETAP: Seorang peternak dari Ginasha farm memberi makan kambing perah di kandang desa Kasri, Kecamatan Bululawang kemarin. (INDAH MEI YUNITA/RADAR KANJURUHAN)
ANDALKAN PELANGGAN TETAP: Seorang peternak dari Ginasha farm memberi makan kambing perah di kandang desa Kasri, Kecamatan Bululawang kemarin. (INDAH MEI YUNITA/RADAR KANJURUHAN)

BULULAWANG – Kabupaten Malang menjadi salah satu daerah yang produktif menghasilkan susu kambing.

Namun sejumlah peternak mengeluh sulitnya pemasaran lantaran masyarakat belum familier.

Setidaknya, itulah yang dirasakan peternak di kandang Ginasha Farm, Desa Kasri, Kecamatan Bululawang.

Kepala Kandang Ginasha Farm Afif Nabil Ramadhan mengatakan, meskipun produksinya lancar, dia masih kesulitan memasarkan.

“Kami masih sulit mencari pasar. Jadi, masih bergantung pada satu pabrik pengolahan susu bubuk di Jogjakarta saja. Untuk di tingkat lokal masih belum,” ujar Nabil.

Setiap dua atau tiga pekan, mereka mengirim susu kambing ke Jogjakarta.

Satu kali pengiriman biasanya mencapai 1.000-1.200 liter.

Susu tersebut akan dikemas menggunakan plastik ukuran 1 liter.

Kemudian disimpan di dalam freezer terlebih dahulu.

Begitu sudah terkumpul, baru dikirimkan ke Jogjakarta.

Sedangkan untuk pembelian eceran, biasanya dijual Rp 30.000 per liter.

Sedangkan Kelompok Peternak (Poknak) Rojokoyo Berkah di Desa Curungrejo, Kecamatan Kepanjen.

Mereka kesulitan jika harus memasarkan ke luar kecamatan.

Mereka hanya menjual ketika ada pesanan.

Artinya, Poknak Rojokoyo Berkah belum memiliki pasar khusus.

“Kami sudah mencoba memasarkan, cuma tidak selalu habis. Kalau tidak habis begitu, kami simpan di pendingin,” kata Anggota Poknak Rojokoyo Berkah Andri Herdianto.

Sama dengan Ginasha Farm, susu tersebut dijual seharga Rp 30 ribu per liter dari tingkat peternak.

Pada hal kualitas susu kambing tidak kalah dibanding susu sapi.

Bahkan bisa dijadikan alternatif bagi masyarakat yang memiliki masalah pencernaan tertentu.

Sebab struktur lemak susu kambing lebih kecil dibanding susu sapi, sehingga mudah dicerna.

Selain itu, dia mengatakan, susu kambing juga rendah laktosa, sehingga cocok di konsumsi oleh orang yang mengalami intoleransi laktosa ringan.

Kandungan gizi di dalamnya beragam.

Mulai dari protein berkualitas tinggi, kalsium, magnesium, dan vitamin. (yun/dan)

Editor : Aditya Novrian
#susu kambing #Kesulitan #memasarkan #Kabupaten Malang #peternak #Produk