KEPANJEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang menunggu realisasi dua proyek besar, yakni pembangunan tol Malang-Kepanjen dan Alun-Alun Kepanjen.
Biaya yang dibutuhkan tidak sedikit, diperkirakan menembus Rp 23 triliun.
Pelaksana Harian (Plh) Sekda Kabupaten Malang Nurman Ramdansyah mengungkapkan, Bupati Malang H M. Sanusi sudah diajak koordinasi kemen terian pekerjaan umum (Kemen PU) dan Gubernur Jatim Kho fifah Indar Parawansa.
Koordinasi tersebut membahas biaya pembangunan tol dan alun-alun.
“Pembiayaan sekitar Rp 23 triliun, tapi itu untuk pem bangunan Tol Malang-Kepanjen, Alun-Alun Kepanjen, dan lain sebagainya,” terang Nurman kemarin.
Pejabat eselon II tersebut tidak mau merinci berapa anggaran untuk biaya pembangunan tol Malang-Kepanjen.
Dia menyebut, hal itu masih dalam penghitungan ulang, mengingat ada kebijakan efisiensi anggaran.
Sambil menunggu kepastian alokasi anggaran, dia mengatakan, Kementerian PU juga sedang memperkirakan trase yang akan dilewati nanti, serta berapa exit tol yang akan di bangun.
Namun Nurman belum mendapatkan rencana detailnya.
“Sepanjang 20 kilo meter kurang lebih, dari Pakis ke Kepanjen,” ucap Nurman.
Seperti diberitakan, Tol Malang-Kepanjen akan dibangun sepanjang 30 kilo meter, melewati Kelurahan Madyopuro, Kemudian Cemorokandang, lalu ke arah barat melintas wilayah Bumiayu dan Gadang di Kota Malang.
Kemudian memasuki Kecamatan Pakisaji bersandingan dengan Jalan Adimulya, Desa Kendalpayak, terus ke selatan dan melewati Kecamatan Gondanglegi.
Nantinya akan memasuki wilayah Kepanjen dan trase akan berakhir di wilayah sekitar Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan.
Namun trase tersebut bisa saja berubah.
“Trase itu kewenangan pemerintah pusat, nantinya akan ada pembebasan lahan,” ujar dia.
Sementara untuk Alun-Alun Kepanjen, Nurman mengatakan, bakal ada Mal di bawahnya.
Rencananya dibangun di dua titik.
Lokasi pertama di depan kantor Bupati Malang, di sisi barat Jalan Panji, Kepanjen.
Kemudian lokasi kedua di belakang kantor bupati Malang, sisi timur Jalan Panji.
Pihaknya berharap, dua proyek besar Kabupaten Malang itu segera bisa dibangun.
“Setidaknya tahun 2026 sudah ada ground breaking, kami berharap itu,” tandas Nurman. (biy/dan)
Editor : A. Nugroho