BULULAWANG – Memasuki musim giling 2025, truk bermuatan tebu akan memadati beberapa ruas jalan. Untuk mengantisipasi kemacetan arus lalu lintas, Pabrik Gula (PG) Krebet Baru berkoordinasi dengan Polres Malang dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Malang.
Koordinasi tersebut menghasilkan solusi untuk mengantisipasi kemacetan akibat truk tebu.
Salah satunya, PG diminta menghindari bongkar muat truk tebu pada jam-jam sibuk, seperti pagi dan sore hari.
Kepala Bagian Sumber Daya Manusia (SDM) dan Umum PG Krebet Baru Amalia Sisdyanti memaparkan hasil koordinasi dengan polres dan dishub.
“Salah satu poinnya menghindari truk untuk keluar-masuk PG pada pukul 06.0009.00 dan pukul 16.30 sampai 19.00,” ujar Amalia kemarin.
Selain itu, dia melanjutkan, pihak PG juga diminta menyediakan mobil derek atau traktor.
Hal itu diper lukan jika sewaktu-waktu ada truk yang mogok, sehingga bisa langsung dievakuasi.
“Juga meminta kami memperhatikan daya kapasitas muat kendaraan tebu dan pengecekan kela yakan kendaraan,” terangnya.
Amalia mengatakan, hingga kini pihaknya terus melakukan koordinasi dengan pihak-pihak berwajib.
Hal itu untuk menciptakan kondisi lalu lintas yang aman selama musim giling tebu 2025.
Di Tempat lain, Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kabupaten Malang Willy Deni Permana mengatakan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan PG yang ada di Kabupaten Malang.
Selain PG Krebet Baru, juga bersama PG Kebon Agung.
Kedua PG tersebut diminta mengatur jam keluar masuk truk untuk bongkar muatan.
PG juga diminta menyiagakan petugas mengatur sirkulasi arus lalu lintas.
“Dapat mengatur lalu lintas baik saat pendaftaran hingga bongkar muat dan meninggalkan pabrik gula,” terang Willy.
Sedangkan Kanit Turjawali Satlantas Polres Malang Ipda Andi Agung mengungkapkan, pihaknya telah melakukan antisipasi terhadap gangguan lalu lintas akibat truk yang parkir sembarangan.
“Langkah-langkah preventif dan penegakan hukum akan dilakukan untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas dan keselamatan pengguna jalan,” jelas Andi.
Selain itu, pihaknya juga menggelar sosialisasi ke para pengemudi terkait kelengkapan berkendara, etika mengemudi, serta memastikan kelayakan kendaraan.
Menurutnya, pemeriksaan kendaraan itu sangat penting mengingat banyaknya kendaraan yang datang dari luar Kabupaten Malang.
“Sering sekali tidak memenuhi standar keselamatan,” terang Andi. (wb1/dan)
Editor : A. Nugroho