Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Telaga Madiredo Bakal Tambah Fasilitas Glamping demi Dongkrak Kunjungan Wisata yang Menurun

Mahmudan • Selasa, 13 Mei 2025 | 22:37 WIB
TAMBAH FASILITAS: Dua pekerja di telaga Madiredo melintasi di area prototype glamping kemarin (12/5). (INDAH MEI YUNITA/RADAR KANJURUHAN)
TAMBAH FASILITAS: Dua pekerja di telaga Madiredo melintasi di area prototype glamping kemarin (12/5). (INDAH MEI YUNITA/RADAR KANJURUHAN)

PUJON - Berbagai cara dilakukan pelaku wisata untuk mempertahankan eksistensinya.

Selain promosi melalui media sosial (medsos), mereka juga menambah fasilitas untuk menyedot kunjungan wisatawan.

Strategi itulah yang diterapkan Direktur Telaga Madiredo Fauzan Anwari.

Fauzan mengatakan, pihaknya akan menambah fasilitas glamping di Telaga Madiredo.

Saat ini ada tiga glamping di wisata desa tersebut, namun berupa prototype.

Fasilitas glamping itu memiliki bentuk dasar setengah lingkaran yang terletak di dekat kolam ikan.

“Saat ini, prototype itu letaknya masih terpusat. Jadi, lokasinya masih akan kami observasi lagi,” ujarnya.

Rencananya, pihaknya akan menambah 10 unit glamping yang bersifat semi permanen.

Letaknya akan disebar di sudut-sudut area wisata.

Per glamping mampu menampung 45 orang dengan kamar mandi luar.

“Luasnya sekitar 2030 meter persegi saja, supaya fungsi sawah dapat tetap terjaga,” kata Fauzan.

Selama ini di tempat wisata tersebut hanya ada fasilitas camping ground untuk menginap.

Luasnya sekitar 1.000 meter persegi.

Biasanya pengunjung akan memesan paket wisata untuk kemah.

Tersedia dua jenis paket yang ditawarkan.

Yakni harga Rp 500 ribu untuk lima orang dan Rp 700 ribu untuk delapan orang.

Harga tersebut sudah termasuk tiket masuk telaga.

Seperti diberitakan, sudah lebih dari satu tahun, kunjungan di tempat tersebut menurun.

Pada 2023 lalu, kunjungan di objek wisata yang dikelolanya mencapai 10 ribu orang per bulan.

Namun sejak 2024 terjadi penurunan hingga 70 persen.

Per bulan hanya ada 23 ribu pengunjung.

Meski demikian, dia terus berupaya meningkatkan kunjungan di tempat wisata dengan luas sekitar 2 hektare tersebut.

Utamanya dalam membangun branding telaga sebagai sektor wisata desa.

Biasanya wisata desa akan lebih menonjolkan potensi agrowisata.

“Kami akan mencoba untuk memberikan edukasi agrowisata yang tidak dimiliki wisata modern. Strategi marketing juga akan kami perbaiki supaya bisa lebih viral. Ini masih menjaring konsep konten-konten,” pungkasnya. (yun/dan)

Editor : Aditya Novrian
#glamping #wisatawan #telaga madiredo #Pujon