KEPANJEN – Banyak cara yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang untuk menggenjot kunjungan wisatawan.
Salah satunya memperbanyak rest area, sehingga para wisatawan bisa bersantai sambil menuju objek wisata.
Dalam waktu dekat, pemkab akan membangun rest area di Kecamatan Pakis.
Lahan yang dibutuhkan sekitar 10 hektare.
Keberadaan rest area tersebut juga untuk menunjang proyek skytrain (kereta layang) yang akan menghubungkan tiga daerah di Malang Raya.
Yakni Kota Malang, Kota Batu, dan Kabupaten Malang.
Bupati Malang H. M. Sanusi menyampaikan, rencana pembangunan rest area tersebut akan dibahas lebih lanjut ketika skytrain mulai ada kesepakatan realisasinya.
“Rest area itu nanti sebagai penunjang untuk skytrain. Fungsinya juga sebagai pusat terminal untuk bus pariwisatanya,” ujar Sanusi beberapa waktu lalu.
Seperti diberitakan, skytrain merupakan program usulan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
Moda transportasi tersebut seperti kereta layang yang menghubungkan antara titik satu dengan titik lainnya.
Untuk penempatan di bandara, biasanya skytrain akan menghubungkan antar terminal untuk mempersingkat waktu mobilitas.
Sedangkan untuk kepentingan umum, skytrain juga dapat dimanfaatkan sebagai angkutan pariwisata.
Sanusi mengatakan, pihaknya akan berkolaborasi dengan pemerintah pusat.
Karena, skytrain tersebut merupakan program nasional.
Pihaknya berharap, program itu segera terealisasi.
Namun setidaknya, bisa digarap dua tahun ke depan.
Dia menjelaskan, awalnya proyek tersebut diinisiasi oleh mantan Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.
Namun, perencanaan sekaligus realisasinya berhenti karena pandemi Covid-19.
Kala itu, Sanusi menyebut, Pemkab Malang diminta menyiapkan terminal bus pariwisata.
Kemudian pihaknya menyiapkan lokasi di pintu keluar (exit) Tol Pakis.
Jika proyek tersebut terealisasi, di Kabupaten Malang akan memiliki sistem transportasi terintegrasi seperti di kota-kota besar Indonesia.
“Untuk terminal (rest area) itu, kami akan menggunakan dana APBD,” kata orang nomor satu di lingkungan Pemkab Malang itu.
Namun, pihaknya juga belum bisa memperkirakan anggarannya.
Sebab, anggaran akan menyesuaikan hasil studi kelayakan.
“Kalau lahannya sudah kami perkirakan sekitar 10 hektare di Pakis,” ucap politisi PDIP tersebut.
Sementara itu, dia menyebut, di sekitar Malang bagian timur sudah ada rest area Poncokusumo.
Ada dua rest area di lokasi tersebut.
Yakni Rest Area Wringinanom dan Gubugklakah.
Rest area tersebut biasanya digunakan wisatawan yang akan menuju Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). (yun/dan)
Editor : A. Nugroho