Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Berniat Cari Bekicot, Warga Wonosari Malah Masuk Septic Tank

A. Nugroho • Kamis, 22 Mei 2025 | 17:03 WIB
TERPEROSOK: Tim dari BPBD Kabupaten Malang dan personel SAR mengevakuasi jenazah korban dari septic tank di RT 4 RW 6 Dusun Tumpangrejo,Desa Kebobang, Wonosari.
TERPEROSOK: Tim dari BPBD Kabupaten Malang dan personel SAR mengevakuasi jenazah korban dari septic tank di RT 4 RW 6 Dusun Tumpangrejo,Desa Kebobang, Wonosari.

 

WONOSARI – Nasib nahas menimpa Pangarso, 65. Ingin mencari bekicot, lansia asal RT 4, RW 6, Dusun Tumpangrejo, Desa Kebobang, Wonosari itu malah terperosok septic tank di rumah tetangga. Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa lalu (20/5). Sekitar pukul 16.00, Pangarso yang biasa dipanggil mbah Ragi itu nongkrong di depan rumah tetangganya.

”Mereka berdua nongkrong cukup lama, sampai menjelang waktu azan magrib. Setelah itu, korban punya ide untuk mencari bekicot di pekarangan belakang rumah Suyadi,” kata Kapolsek Wonosari AKP Mochamad Budiono kemarin (21/5).

Di belakang rumah Suyadi ada kebun kecil yang ditumbuhi banyak pohon pisang. Tempat yang ideal untuk menjadi sarang bekicot. Setelah hujan reda, mereka berangkat ke belakang melewati jalan dan pekarangan kecil di samping rumah Suyadi. Keduanya melewati septic tank tua.

”Dalam kondisi hujan, septic tank ngerong, ditambah kondisi betonnya juga sudah tua, sehingga orang rawan terperosok,” imbuh dia. Ketika melintas sekitar pukul 18.15, korban terperosok ke dalam tangki penampung tinja itu. Kedalaman septic tank mencapai 10 meter.

Tapi Suyadi tidak segera menolong karena dia berbeda posisi dengan korban. Sampai akhirnya Suyadi mendengar teriakan minta tolong dari dalam septic tank tersebut. Karena tidak bisa menolong, Suyadi mencari bantuan warga untuk bisa mengeluarkan korban.

Warga, pamong lingkungan dan anggota Polsek Wonosari pun tiba di lokasi. Akan tetapi karena lubang tergolong dalam, mereka butuh peralatan lebih. SAR, BPBD, dan damkar untuk mengevakuasi jenazah sekitar pukul 19.00,” kata Budiono. Proses evakuasi tidak bisa berjalan cepat. Budiono mengatakan, septic tank penuh dengan gas metana  Menyulitkan pernapasan dan mudah tersulut api.

Sehingga diperlukan peralatan bantu napas untuk bisa menolong korban. Pukul 21.00 Pangarso baru bisa dikeluarkan dari dalam septic tank dalam kondisi meninggal dunia. Budiono mengatakan, jenazah korban tidak dibawa ke instalasi kedokteran forensic (IKF) rumah sakit mana pun lantaran keluarga menolak visum et repertum (VER).

Editor : A. Nugroho
#wonosari #malang #Kapolsek #BPBD #Kabupaten