KABUPATEN - Jembatan peninggalan zaman Belanda di Jalan Wonosari, Desa Wonorejo, Kecamatan Singosari dibongkar dan dibangun ulang. Jembatan itu cukup vital karena menghubungkan dua desa.
Yakni Desa Wonorejo, Kecamatan Singosari dengan Desa Sidoluhur, Kecamatan Lawang. Jembatan tersebut juga banyak dilintasi kendaraan. Kondisinya disebut-sebut cukup rapuh untuk menampung volume kendaraan yang makin meningkat.
Pembenahan sudah dimulai bulan April lalu. Diperkirakan bakal rampung 150 hari sejak dimulainya pekerjaan.
Kepala Bidang (Kabid) Pembangunan dan Peningkatan Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang Anita Aulia Sari mengatakan, ukuran jembatan itu bakal ditingkatkan.
Spesifikasi awalnya, jembatan tersebut memiliki lebar 3,8 meter dan panjang 3,6 meter. Panjang dan lebarnya bakal ditingkatkan menjadi 6 meter.
Sedangkan tinggi dari permukaan jembatan ke dasar sungai menjadi 5,2 meter. ”Tinggi jembatan kami tingkat dari yang semula hanya 2,5 meter. Kami juga menambahkan box culvert di sana, dimensi panjangnya 5,3 meter dan lebar 6 meter,” kata Anita.
Secara konstruksi, dia menyebut bahwa bangunan itu sudah termasuk uzur dan termakan usia.
”Saat proses asesmen, kami menemukan adanya kerusakan pada abutmen (pilar penyanggah di ujung jembatan),” tambah dia. Dikhawatirkan itu bisa menjadi bom waktu apabila volume air meningkat.
Karena itulah, jembatan tersebut dibenahi dengan cara membangun ulang. Jenis konstruksinya tidak berubah, yakni model rolak.
Anita menyebut, pembangunan ulang jembatan tersebut mendapat plot dana dari APBD sebesar Rp 533 juta. Proyek pembangunan tersebut sudah dimulai pekerjaannya pada bulan April lalu.
Target pekerjaannya selesai dalam 150 hari. Artinya dijadwalkan rampung pada bulan Agustus mendatang.
”Sekarang progres pembangunannya 60 persen,” ujar dia. (by)
Editor : A. Nugroho