KEPANJEN – Rencana operasional bus jurusan Malang-Sendangbiru, Kecamatan Sumbermanjing Wetan terus dimatangkan Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur.
Salah satunya menyiapkan skema integrasi dengan angkutan pedesaan (angdes) dan bus trans Jatim. Skema tersebut diharapkan terlaksana pada 2026.
Seperti diberitakan, Dishub berencana mengoperasikan bus untuk menemani Perum Damri yang sudah menjalankan rute serupa. Rencananya, PO Bagong yang akan menjadi operator.
”Rencana operasional tersebut masih dimatangkan,” ujar Kepala UPT Pengelolaan Prasarana Perhubungan (P3) Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Malang Dishub Jatim M. Binsar Garchah Siregar kemarin.
Bukan terkait kesiapan armada, melainkan pola integrasi antar angkutan. “Jadi ada semacam feeder (angkutan pengumpan) bus di Kota Malang dan Kabupaten Malang. Besar kemungkinan akan menggandeng angkutan kota (angkot) dan angkutan pedesaan (angkudes),” terang dia.
Binsar menyebut, bus ke Malang selatan akan memiliki titik awal pemberangkatan di Terminal Hamid Rusdi, Kedungkandang, Kota Malang. Tugas dari angkutan pengumpan itu adalah menarik calon penumpang bus wisata tersebut.
Misalnya, penumpang dari KA Stasiun Malang yang akan melanjutkan perjalanan menggunakan bus Malang-Sendangbiru harus menggunakan feeder ke terminal Hamid Rusdi.
Feeder juga akan diterapkan di wilayah Kabupaten Malang. Selain angkutan kecil, pihaknya juga merencanakan mengintegrasikan layanan dengan bus Trans Jatim. Rencananya beroperasi pada Oktober 2025 dengan rute Terminal Hamid Rusdi- Terminal Batu.
Soal kapan akan dimulai operasinya, Binsar memperkirakan 2026 baru bisa beroperasi. Sementara ini pihaknya harus duduk bersama dengan pengelola angkot dan angkudes untuk merealisasikan feeder tersebut. (dan)
Editor : A. Nugroho