KABUPATEN – Hiu jenis paus tersangkut jaring nelayan di Pantai Sendangbiru, Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermajing Wetan. Hal itu terungkap berdasar unggahan Instagram @malangraya_info, 7 Juni lalu. Ikan hiu paus tersebut tersangkut jaring jenis purse seine dari kapal nelayan.
Beberapa nelayan yang mengetahui bahwa jenis ikan tersebut dilindungi langsung melepasnya. Diperkirakan, hiu-hiu lain berada di sekitar pantai Sendangbiru karena musim panen tangkapan ikan.
Menanggapi unggahan tersebut, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Malang Victor Sembiring mengatakan, keberadaan hiu paus di laut selatan Bumi Kanjuruhan selalu terlihat setiap tahunnya, namun tidak pernah terdokumentasi.
Menurut dia, laut Kabupaten Malang adalah satu habitat bagi hiu paus dan beberapa mamalia laut besar lainnya.
Hal itu karena laut selatan Jawa langsung menghadap Samudra Pasifik dan tergolong laut dalam.
“Sangat mungkin menjadi jalur migrasi keluarga paus dan lumba-lumba, termasuk hiu paus. Mereka sering melintas di Sendangbiru dan pantai selatan Malang karena banyak makanannya seperti ikan-ikan kecil di sekitar pantai,” terang dia.
Di lain tempat, pendiri Sahabat Alam Indonesia Andik Syaifudin menyebut ada beberapa jenis ikan dan mamalia laut besar yang menjadikan laut selatan Kabupaten Malang sebagai rumah singgah.
Untuk paus ada paus sei, back fin, bride, bungkuk, sperma, biru dan paus pembunuh.
“Ada juga jenis lumba-lumba seperti spinner, hidung botol, stripe dan melon head,” terang Andik.
Dia mengatakan, penampakan ikan laut besar tersebut hanya akan ada selama musim ikan berlangsung di Malang selatan. Ikan lumba-lumba dan sejenisnya akan muncul 365 hari selama 24 jam antara Mei-Juni dan September-Oktober, asal cuacanya bagus.
“Biasanya di mana ada lumba-lumba berbarengan dengan paus dan lain sebagainya. Karena mereka mengejar kawanan ikan yang sama,” tandas dia. (dan)
Editor : A. Nugroho