SINGOSARI – Warga beramai-ramai masuk Malang selama libur Hari Raya Idul Adha. Mayoritas kendaraan melintasi tol Singosari. Data PT Jasa Marga Pandaan-Malang mencatat, dalam kurun tiga hari, 5-7 Juni lalu terdapat 43.420 kendaraan masuk Malang lewat gerbang tol Singosari.
Angkanya meningkat hingga 87.009 kendaraan jika akumulasi dengan kendaraan di gerbang tol lain, yakni Lawang, Purwodadi, dan Pakis.
Humas PT Jasa Marga Pandaan-Malang Iis Ismayadi memaparkan, ada lima tol yang dilintasi kendaraan masuk Bumi Arema. Kelimanya adalah Purwodadi, Lawang, Singosari, Pakis, dan Malang.
Dia menyebut, musim libur Hari Raya Idul Adha terjadi lonjakan kendaraan yang keluar masuk Malang. ”Volume lalu lintas normal berkisar 79.969 kendaraan dalam tiga hari,” kata dia.
“Khusus yang masuk Kabupaten Malang, yang mengalami kenaikan jumlah kendaraan hanya di Singosari,” tambahnya.
Di Tol Singosari, kendaraan yang meninggalkan Malang berkisar 36.280 kendaraan selama tiga hari. Meningkat 11,15 persen dari volume normal 32.640 kendaraan.
”Sedangkan yang keluar tol atau memasuki Malang tercatat 43.420 kendaraan. Naik 13,6 persen dari arus normal 38.236 kendaraan,” kata dia.
Ismayadi menambahkan, dua tol lain seperti Lawang dan Pakis tidak seramai Singosari. Untuk di Lawang, tercatat 8.213 kendaraan masuk Lawang dalam tiga hari. Merosot dibanding volume normal 8.550 kendaraan.
Sedangkan yang keluar Lawang 10.299, menurun dari volume normal 10.625 kendaraan. “Sama-sama menurun 3 persen yang di Lawang,” imbuh dia.
Sedangkan di Pakis tercatat 8.984 kendaraan memasuki gerbang tol. Sedangkan yang keluar sekitar 8.079 kendaraan. Padahal, normalnya kendaraan yang masuk tol Pakis 9.011 unit dan keluar 8.385 unit.
Ismayadi mengatakan, jumlah masuk-keluar kendaraan di Singosari paling mencolok dibandingkan Pakis dan Lawang.
“Kendaran yang masuk Malang lewat tol Singosari itu kebanyakan menuju ke arah Kota Batu. Jadi jalur masuknya lalu lintas wisata. Sedangkan di dua tol sisa hanya arus lalu lintas biasa,” ucap dia.
Dia mengatakan, peningkatan volume kendaraan menyebabkan kepadatan arus lalu lintas. Dalam pantauan koran ini, dalam satu menit berseliweran setidaknya 30 kendaraan menuju arah Batu. (biy/dan)
Editor : A. Nugroho