KEPANJEN – Setelah 390 Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdeskel) Merah Putih mengantongi legalitas, mereka mendapat bantuan bibit cabai dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang. Bupati Malang H M. Sanusi menyampaikan, pihaknya akan terus memberikan dukungan, salah satunya pemberian 39.000 bibit cabai.
“Saya akan membagikan 100 bibit cabai di 390 koperasi. Jadi nanti akan ada 39.000 bibit,” ujar Sanusi. Satu tanaman diprediksi dapat menghasilkan 1-1,5 kilogram cabai dalam satu kali panen. Dengan demikian, masing-masing kopdeskel dapat menghasilkan 100-150 kilogram cabai.
Jika dijual, cabai tersebut dapat menjadi salah satu sumber pendapatan bagi koperasi. “Ini juga sebagai simbol semangat bagi kopdeskel merah-putih, seperti cabai rawit, mereka kecil-kecil tetapi berdampak,” imbuh Sanusi.
Sanusi menjelaskan, potensi perekonomian di Kabupaten Malang cukup besar, terutama di bidang peternakan dan pertanian. Sebagai contoh, terdapat beberapa petani yang mengembangkan pertanian menggunakan Internet of Things (IoT). Dengan teknologi tersebut, petani bisa mengontrol nutrisi tanaman menggunakan ponsel.
Di bidang peternakan, ada peternak domba di Lawang yang memiliki induk dari Australia sebanyak 28 ribu ekor. “Anakan domba tersebut akan dikerjasamakan dengan kopdeskel merah putih. Salah satu yang sudah berjalan di Kebobang,” kata Sanusi.
Sanusi berkomitmen akan mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus mengawal keberlanjutan koperasi. Baik dari aspek manajemen, pelatihan, permodalan, hingga pemanfaatan teknologi digital supaya koperasi dapat terus berkembang.
“Banyak peternak dan petani di Kabupaten Malang yang sudah maju. Selain bekerja sama dengan peternak domba, kami juga bekerja sama dengan ayam kampung, ikan lele dan lain sebagainya,” kata dia.
(yun/dan)
Editor : A. Nugroho