Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Bantengan Lereng Semeru Sudah Pernah Diusulkan Disparbud Kabupaten Malang Jadi WBTB

Mahmudan • Minggu, 29 Juni 2025 | 17:29 WIB

 

ilustrasi.
ilustrasi.

KEPANJEN - Bantengan menjadi salah satu kesenian tradisional di Kabupaten Malang. Namun secara umum, kesenian tersebut tidak bisa diklaim menjadi milik Bumi Kanjuruhan. Sebab, sudah berkembang di berbagai kabupaten/kota lainnya, seperti Mojokerto, Kota Malang, dan Kota Batu.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang Purwoto menyebut, bantengan sudah pernah diusulkan menjadi Warisan Budaya Tak Benda (WBTB), namun tidak bisa disetujui. “Karena itu, yang kami ajukan menjadi WBTB saat ini bantengan Lereng Semeru yang dari Wajak dan sekitarnya,” ujarnya.

Dia menjelaskan, setiap bantengan memiliki ciri khas sesuai lereng. Bantengan lereng terbagi menjadi enam jenis, yaitu bantengan lereng Kawi, Semeru, Arjuno, Kendeng, Tengger, dan Dorowati. Keenamnya memiliki ciri khusus. Seperti bantengan yang berasal dari lereng Semeru dan Tengger, menggunakan kerangka bambu untuk punggung banteng.

Sementara bantengan dari lereng Kawi, Dorowati, dan Kendeng tidak menggunakan kerangka. Lalu bantengan lereng Arjuno menggunakan keduanya. Seperti diberitakan, nama bantengan lereng sesuai cerita di Candi Jago. Di sana terdapat Nandaka Giri yang artinya gunung.

Karena hal itu juga, cerita-cerita bantengan yang ditampilkan biasanya mengambil latar gunung. Biasanya, dalam cerita tersebut, banteng akan bertarung dengan hewan lainnya, seperti harimau, kera, dan sebagainya.

“Untuk pengajuan menjadi WBTB harus jelas asal-usul dan kajiannya,” kata pejabat eselon II B Pemkab Malang itu. Menurut Purwoto, banyak hal yang dapat diusulkan menjadi WBTB. Namun pihaknya kesulitan menyusun kajian akademiknya, sehingga penyusunan kajian bantengan tersebut, dia bekerja sama dengan perguruan tinggi.

“Selain itu, kami juga mengusulkan Kolok Goblok sebagai WBTB. Yakni makanan khas Poncokusumo yang berupa kolak dari labu kuning,” ucap Purwoto.

(yun/dan)

Editor : A. Nugroho
#wbtb #disparbud #bantengan #kesenian tradisional