TUMPANG – Di tengah modernisasi, Padepokan Seni Mangun Dharma masih aktif melestarikan kesenian tradisional, khususnya budaya Malangan. Setiap pekan, padepokan di Dusun Kemulan, Desa Tulusbesar, Kecamatan Tumpang tersebut menggelar pelatihan berbagai kesenian.
Kemarin (13/7), sembilan remaja putri berlatih menari tari panji. Mereka dipandu satu pelatih yang juga anggota padepokan. Setelah tari, dilanjutkan kelas pedalangan, serta karawitan dan sinden. Pelatihan tersebut sudah terjadwal, sehingga tidak saling tumpang tindih.
Pendiri Padepokan Seni Mangun Dharma Muhammad Soleh Adi mengatakan, latihan dilaksanakan setiap minggu. “Kelas tari dibagi menjadi kelas-kelas. Misalnya kelas udopati untuk yang sudah memiliki dasar-dasarnya dan kelas tari panji untuk orang dewasa,” ucap Ki Soleh, panggilan akrabnya.
Dia mengatakan, anggota padepokan tersebut ada sekitar 300 orang. Terdiri atas berbagai usaha, mulai anak usia TK hingga mahasiswa. Biasanya mereka tampil jika ada acara festival. Seperti saat ada acara Festival Panji Indonesia 2024 di Jakarta. Saat itu, padepokan yang berdiri pada 1989 itu mengirim sekitar 15 orang, termasuk kru untuk tampil di acara tersebut.
Padepokan tersebut mengajarkan berbagai kesenian khas Malangan. Di antaranya wayang topeng Malang, berbagai macam seni tari, karawitan, pedalangan, serta sinden atau swarawati. “Salah satu ciri khas seni Malangan yaitu iringan menggunakan laras pelog (ada tuju nada dalam satu oktaf),” kata dia.
Selain seni pertunjukan, di padepokan tersebut juga bisa mempelajari seni kriya, seperti kerajinan pembuatan topeng. Pihaknya mengarahkan anak didiknya untuk bisa membuat properti pertunjukan. Sebagai contoh, di salah satu ruangan, terdapat sekitar 50-60 topeng ukuran wajah manusia yang terpajang di etalase
Dalam melestarikan kesenian tradisional, dia menyadari ada kendala. Utamanya pemenuhan sarana dan prasarana (sarpras), seperti gamelan yang masih terbuat dari besi. Padahal, gamelan yang bagus biasanya terbuat dari perunggu atau setidaknya kuningan. Pengeras suara atau tape recorder juga masih dipinjam dari wali murid.(yun/dan)
Editor : A. Nugroho