KEPANJEN – Keberadaan beras oplosan yang diungkap Kementerian Pertanian (Kementan) RI menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang. Dua perangkat daerah (PD) di Pemkab Malang, yakni dinas ketahanan pangan serta dinas perindustrian dan perdagangan (disperindag) berkoordinasi untuk mengantisipasi masuknya beras oplosan di Bumi Kanjuruhan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Malang Mahila Surya Dewi mengimbau masyarakat agar lebih selektif dalam membeli beras, khususnya beras premium. Dia mengisyaratkan agar warga memilih beras lokal, sehingga tidak salah pilih. ”Masyarakat juga sebaiknya proaktif dengan melapor jika menemukan indikasi peredaran beras oplosan. Juga perlu melakukan pengawasan mandiri," ujar Mahila kemarin.
Untuk diketahui, Kementan RI menemukan sekitar ratusan merek beras yang terindikasi dioplos. Mayoritas beras premium. Temuan itu berdasar hasil investigasi tim Kementan RI pada 6-23 Juni lalu. Setidaknya ada 212 merek beras yang disebut-sebut tidak murni alias hasil oplosan.
Beras yang didominasi premium tersebut ditengarai mengoplos dengan beras lain yang kualitasnya lebih rendah, namun harga jual tetap tinggi. Dengan demikian, produsen tersebut mengais keuntungan lebih banyak dibanding menjual beras murni.
Senada dengan dinas ketahanan pangan, Disperindag Kabupaten Malang juga mewaspadai ancaman masuknya beras oplosan. Namun hingga kini disperindag belum memastikan apakah beras oplosan sudah masuk Bumi Kanjuruhan. "Kami masih melakukan koordinasi dengan tim terkait," terang Kepala Disperindag Kabupaten Malang Muhammad Nur Fuad Fauzi.
Di lain pihak, Satreskrim Polres Malang juga bakal menindak produsen yang mengoplos beras. Namun pihaknya masih menunggu daftar produsen yang ditengarai terlibat dalam pengoplosan beras. Setelah mengantongi daftar tersebut, pihaknya baru terjun ke lapangan untuk melakukan penindakan.
Kasatreskrim Polres Malang AKP Mochammad Nur menerangkan, hingga kini pihaknya belum mendapat secara resmi daftar merek-merek beras yang diduga oplosan. "Kami menunggu dari pusat," kata Nur.
Nur menerangkan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan tim satgas pangan Kabupaten Malang. Fokus razia yang akan dilakukan bakal menyasar pasar-pasar tradisional maupun modern. "Pengecekan akan segera dilakukan. Nanti kanu informasikan kapan pastinya," kata dia.(yad/dan)
Editor : A. Nugroho