TIRTOYUDO – Normalisasi dua sungai di Kecamatan Tirtoyudo tergolong lambat. Oleh karena itu, Badan Penanggulangan dan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang menambah satu unit alat berat lagi. Harapannya agar pengerukan di sungai yang mengalami pendangkalan dapat berjalan cepat.
Sejak dimulai pada 8 Juli lalu, pengerukan sungai sat di Desa Purwodadi, hingga Kamis lalu (17/7) baru tergarap 100 meter. Setelah penggarapan di sungai sat nantinya rampung, para pekerja akan menggarap sungai tundo di Desa Pujiharto, Kecamatan Tirtoyudo.
Seperti diberitakan, normalisasi itu dilakukan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas dan BPBD Kabupaten Malang. Pengerukan dilakukan sebagai langkah pencegahan banjir akibat pendangkalan sungai yang menahun. Dua desa tersebut juga diterjang banjir pada 22 Mei lalu dan 13 Juni lalu yang merendam 156 rumah.
Awalnya, satu alat berat diterjunkan ke lokasi Sungai Sat. “Per Kamis (17/7), kami kedatangan satu alat berat lagi. Untuk mempercepat pekerjaan normalisasi,” ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (KL) BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan kemarin (18/7).
Sadono menyebut, rencana normalisasi sungai di dua desa tepi laut selatan Jawa itu panjangnya berbeda-beda. Yakni 650 meter untuk Sungai Sat dan 1,6 kilometer untuk Sungai Tundo. Kedalaman pengerukan bervariasi, 2 sampai 2,5 meter.
Sayangnya, dengan hanya mengoperasikan 1 ekskavator, pengerjaan terkesan sangat lambat. “Per Kamis itu baru terselesaikan 100 meter. Rencana kami, normalisasi satu sungai itu rampung dalam 14 hari sejak pertama kali pengerjaan,” keluh Sadono.
Meski waktunya mepet, pihaknya optimistis bahwa panjang sisa pengerukan tercapai. Terlebih, tenggat waktu itu, menurut dia masih bisa diperpanjang lagi sebelum berpindah ke Sungai Tundo yang lebih panjang. “Kami lihat di hari terakhir, kalau masih belum cukup kami bisa mengusulkan untuk perpanjangan waktu,” tandas Sadono. (biy/dan)
Editor : A. Nugroho