Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pemugaran Candi Jago Ditarget Tuntas November

Mahmudan • Jumat, 29 Agustus 2025 | 16:31 WIB
PENINGGALAN KERAJAA N: Seorang pekerja mengukur bebatuan untuk memudahkan pemasangan bebatuan kemarin (28/8). Pemugaran Candi Jago, Dusun Jago, Desa Tumpang, Kecamatan Tumpang dilakukan melalui tiga t
PENINGGALAN KERAJAA N: Seorang pekerja mengukur bebatuan untuk memudahkan pemasangan bebatuan kemarin (28/8). Pemugaran Candi Jago, Dusun Jago, Desa Tumpang, Kecamatan Tumpang dilakukan melalui tiga t

TUMPANG - Demi mengembalikan bentuk aslinya, Candi Jago yang terletak di Dusun Jago, Desa Tumpang, Kecamatan Tumpang dipugar. Pemugaran dimulai sejak 29 Mei 2025 lalu dan pengerjaan dibagi menjadi tiga tahap. Pada tahap pertama, pemugaran dilakukan di bagian bawah dan ditarget dapat tuntas November-Desember 2025.

“Saat ini progresnya sudah sekitar 70 persen. Tinggal yang bagian barat, untuk bagian lainnya sudah hampir tuntas,” ujar Koordinator Tim Kerja Pemugaran Candi Jago Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Ratna Febrianti kemarin (28/8).

Satu bagian candi yang sudah tuntas yakni di sisi utara. Tatanan batuan terlihat lebih rapi. Untuk batuan yang rusak telah diganti dengan batu andesit. Yakni batuan beku vulkanik yang terbentuk dari pendinginan lava. “Batuan yang digunakan untuk mengganti ini ada syaratnya. Misalnya memiliki ketebalan dan bentuk yang sama,” imbuhnya. Oleh karena itu, pihaknya memesan batuan untuk mengisi potongan yang tidak ditemukan atau rusak. Batu tersebut memiliki corak, supaya masih terlihat seperti aslinya.

Seiring bertambahnya waktu, dia melanjutkan, banyak batuan yang lepas dan rusak. Sehingga perlu diganti untuk menjaga struktur candi. Jika batuan yang asli terdapat relief atau ukiran, maka akan diganti dengan batuan polos. Hal itu dilakukan supaya terlihat perbedaan antara batuan yang asli dan pengganti. “Susunan batuan yang sudah renggang juga kami rekatkan kembali,” kata dia.

Pengamatan Jawa Pos Radar Kanjuruhan kemarin, pekerja mulai memasang batu-batu yang terletak di struktur bagian bawah. Penataan disesuaikan dengan urutannya. Dalam pembongkaran sebelumnya, setiap batu ditandai untuk mempermudah saat proses pemasangan.

Seperti diberitakan, dalam pemugaran ditemukan tumpukan batu cadas yang sudah lapuk. Sehingga membutuhkan penelitian lebih lanjut dari Tim Ahli Borobudur. Hal itu untuk menentukan, batu cadas tersebut dapat diganti dengan batuan lain atau tetap dipertahankan.

Dari proses pemugaran itu juga diketahui bahwa batuan tambahan yang dipakai diduga berasal dari era Kerajaan Majapahit. Itu ditunjukkan dengan banyaknya relief Dewata Nawasanga pada Surya Majapahit yang merupakan lambang Kerajaan Majapahit. Struktur batuan tersebut tidak saling berkaitan seperti batuan-batuan Candi Jago yang asli. (yun/dan)

Editor : A. Nugroho
#BPK #candi jago #Tumpang #Pemugaran