PONCOKUSUMO - Keselamatan sopir jip dan penumpang menuju Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) jalur Malang terus diperhatikan. Karena itu, para sopir yang tergabung Paguyuban Bromo Tengger Semeru Trans Operator 4x4 mengikuti sarasehan bersama berbagai pemangku kepentingan di Kabupaten Malang. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Pendapa Agung Kabupaten Malang kemarin (29/8).
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang Purwoto menyampaikan, salah satu hal yang ditekankan dalam kegiatan tersebut yakni asuransi berkendara. “Mereka ini kan membawa penumpang dari homestay, hotel, dan sebagainya. Namun asuransi yang di-cover oleh pihak TNBTS hanya saat di tempat wisatanya. Sedangkan selama perjalanan tidak ada jaminan keselamatan,” ucapnya setelah sarasehan kemarin.
Oleh karena itu, sopir jip juga disarankan memiliki asuransi. Misalnya jasa raharja yang akan menanggung korban kecelakaan lalu lintas dan angkutan umum. Baik biaya pengobatan hingga santunan jika korban cacat tetap atau meninggal dunia.
Selain itu, Purwoto menyampaikan, kendaraan juga harus rutin dilakukan ramp check. Yakni pemeriksaan teknis dan administrasi berkala untuk memastikan kendaraan dalam kondisi laik jalan serta memenuhi persyaratan keselamatan dan kelayakan operasi. “Sopir ini kan membawa penumpang. Jadi kesiapan kendaraan seperti kondisi yang bagus dan ramp check juga harus diperhatikan,” ujar pejabat eselon II B Pemkab Malang itu.
Sementara itu, Pendiri Paguyuban Bromo Tengger Semeru Trans Operator 4x4 Juli Atmaji menyampaikan, pelayanan dan keselamatan merupakan hal yang terpenting dalam membawa wisatawan. Namun dalam pelaksanaannya, pihaknya membutuhkan back up beberapa lembaga.
“Dulu, kami sudah pernah mengajukan asuransi, tetapi belum ada layanan asuransi yang sesuai kebutuhan kami,” kata dia.
Namun jasa raharja tidak dapat menanggung korban kecelakaan jika laka tunggal. Hanya kecelakaan antar kendaraan yang dapat ditanggung kendaraan. Asuransi tiket masuk TNBTS hanya menjamin keselamatan penumpang ketika berada di lokasi wisata. Sedangkan jika masih dalam perjalanan, asuransi tersebut masih belum dapat diklaim jika terjadi kecelakaan. Padahal, risiko kecelakaan tunggal selama perjalanan menuju TNBTS cukup besar. (yun/dan).
Editor : A. Nugroho