SUMBERPUCUNG – Jalan lintas Malang-Blitar di Kecamatan Sumberpucung kerap memakan korban. Dalam kurun dua bulan, Juli-Agustus ini terjadi dua kali kecelakaan lalu lintas (lalin). Itu yang ditangani Unit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polres Malang. Angkanya bisa bertambah jika ada peristiwa yang tidak dilaporkan ke polisi.
Kecelakaan terakhir pada Senin lalu (25/8). Lokasinya di Jalan Raya Kuncoro, Desa Ngebruk, Kecamatan Sumberpucung. Ada tiga kendaraan yang terlibat kecelakaan (laka). Yakni Honda Beat dengan nomor polisi (nopol) AD 6866 ZI, Honda Scoopy nopol A 6073 TB, dan Happy nopol N 5383 EED.
Honda Beat dikendarai oleh Yusuf Habiburrahman, 19, asal Desa Wonoboyo, Kecamatan Wonogiri, Jawa Tengah. Dalam peristiwa itu, Yusuf membonceng Muhammad Thoriq Alfaridzi, 20, warga Kampung I Skip, Tarakan, Kalimantan Utara.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Malang Ipda Samsul Khoirudin mengatakan, Yusuf melaju dari arah barat, Blitar menuju Kepanjen. “Sesampai di lokasi, dia menabrak motor Honda Scoopy nopol A 6073 TB yang melaju di depannya dan dalam lajur serupa,” kata dia.
Motor itu dikendarai Elsa Berliani, 20, warga Desa Bojanegara, Serang, Provinsi Banten. Setelah ditabrak dari belakang, motor Scoopy tersebut menabrak kendaraan roda 3 merek Happy nopol N 5383 EED milik Alfan Khoirudin, 51, asal Desa Kalipare, Kecamatan Kalipare yang melaju dari arah berlawanan.
Samsul mengatakan, ada 2 korban dalam kejadian tersebut. “Pengendara Honda Beat meninggal, sedangkan yang dibonceng mengalami luka-luka di kepalanya,” ungkap dia.
Sementara pengendara Scoopy dan Happy sama-sama selamat. Samsul mengatakan, kecelakaan akibat kurang kehati-hatian dari pengemudi Honda Beat. Meski begitu, perkara tersebut masih dalam penyelidikan polisi.
Kecelakaan di Kuncoro tersebut merupakan kejadian ke dua selama Juli sampai Agustus ini. “Yang sebelumnya terjadi adalah kecelakaan tunggal pada 13 Juli lalu. Truk tebu terguling di depan pasar Sumberpucung,” ujar Samsul. (biy/dan)
Editor : A. Nugroho