MALANG KOTA – SMK PGRI 3 Malang kembali mengukir prestasi. Dua siswanya, Edsel Parama Mustapa dan Risca Revan Suasmara, menorehkan prestasi internasional. Edsel mendulang medali emas, sedangkan Risca perunggu.
Kepala SMK PGRI 3 Malang Moch. Lukman Hakim ST MM mengaku bangga atas prestasi anak didiknya di ajang ASEAN Worldskill 2025 di Manila, Filipina. “Prestasi tersebut bukan hanya kemenangan untuk SKARIGA, tetapi juga persembahan bagi Jawa Timur dan Indonesia. Anak-anak kami membuktikan mampu bersaing di level internasional,” tegasnya.
Prestasi mereka ukir setelah melewati persaingan ketat dari berbagai daerah hingga negara ASEAN. Saat seleksi daerah mereka masih tercatat sebagai siswa SMK PGRI 3 Malang, namun kini sudah lulus.
Lukman berharap agar mereka bisa menularkan prestasinya kepada adik-adik kelasnya. “Semoga menjadi inspirasi bagi adik-adik kelas, menjadi mentor kecil di lingkungan sekolah agar budaya belajar dan berprestasi terus tumbuh,” terangnya.
Edsel Parama Mustapa menceritakan kunci keberhasilannya dalam meraih emas. “Sebelum ke Filipina, saya ikut training center di Binus selama empat bulan. Tantangan terberat itu manajemen waktu dan kondisi lomba yang ramai, sampai harus pakai ear plug biar fokus,” kata dia.
Sementara Risca Revan Suasmara mengaku perjuangan menuju podium penuh tantangan. “Tekanan luar biasa. Dari pagi sampai sore lomba, malamnya tetap latihan di hotel. Alhamdulillah bisa mengatasi gugup dan meraih perunggu. Harapannya, prestasi ini jadi motivasi agar generasi berikutnya bisa lebih baik lagi,” ungkapnya.
Tahapan selanjutnya mereka akan menghadapi WORLDSKILL ASIA 2026 di China. Para peserta perlu latihan lebih mendalam sesuai standar internasional. Serta butuh pendampingan khusus dalam penguasaan bahasa Inggris, mental kompetisi, dan skill teknis sesuai standar WorldSkills dan berkolaborasi dengan industri dan perguruan tinggi.(zal/dan)
Editor : A. Nugroho