Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

DPUBM Kabupaten Malang Bahas RAB Pembangunan Ulang Jembatan Wadung Pakisaji yang Ambrol

A. Nugroho • Sabtu, 13 September 2025 | 16:33 WIB

 

BAKAL DIBANGUN LAGI: Petugas DPUBM Kabupaten Malang meninjau lokasi Jembatan Wadung yang ambrol pada Rabu (10/9) lalu.
BAKAL DIBANGUN LAGI: Petugas DPUBM Kabupaten Malang meninjau lokasi Jembatan Wadung yang ambrol pada Rabu (10/9) lalu.

PAKISAJI – Akses vital penghubung Desa Wadung, Pakisaji, dan Desa Sukoanyar, Wagir, lumpuh total setelah jembatan besi berusia 33 tahun itu ambrol pada Senin (8/9) lalu. Jembatan yang dibangun swadaya masyarakat sejak 1992 tersebut tak kuat menahan beban truk bermuatan besi. Sejak itu, ribuan warga terpaksa memutar hingga 30 menit lebih untuk menuju lokasi kerja maupun lahan pertanian.

 

Kepala Desa Wadung Mahyudin mengatakan, jembatan tersebut merupakan jalur utama warga. Setiap hari dilalui pekerja pabrik, petani, maupun warga umum. ”Kalau tidak lewat situ, harus memutar jauh. Padahal jalur itu satu-satunya akses cepat,” jelasnya.

 

Menurut Mahyudin, biaya pembangunan jembatan baru diperkirakan mencapai Rp 300 juta. Angka sebesar itu sulit dipenuhi dengan swadaya masyarakat, apalagi kondisi ekonomi warga sedang tidak baik. Karena itu, pihaknya berharap penuh pada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang. ”Kami sudah laporkan ke dinas terkait, bahkan kirim foto dan video kondisi jembatan,” terangnya.

 

Setelah laporan masuk, Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang bersama konsultan turun meninjau lokasi pada Rabu (10/9). Tim teknis sudah melakukan pengukuran awal untuk menyusun rancangan anggaran biaya (RAB). ”Sudah diukur dan dibuat RAB kasarnya. Rencananya dibangun baru dengan konstruksi cor agar lebih kuat, bukan besi seperti sebelumnya,” kata Mahyudin.

 

Selain material yang lebih kokoh, rencananya ada pelebaran jembatan. Selama ini lebar jembatan hanya sekitar 2,5–3 meter. Padahal, lalu lintas cukup padat dan kerap menimbulkan antrean. ”Kalau bisa dibuat lebih lebar agar lebih aman dan nyaman,” tambahnya.

 

Sementara itu, Kepala Bidang Pembangunan dan Peningkatan Jalan DPUBM Kabupaten Malang Anita Aulia Sari membenarkan pihaknya sudah melakukan pengecekan. Namun, tindak lanjutnya masih menunggu rapat internal. ”Kami sudah catat kondisi di lapangan. Selanjutnya dibicarakan dengan pimpinan dan tim teknis,” ujarnya.

 

Hingga kini, warga dua desa hanya bisa menunggu. Tidak ada jembatan darurat yang disiapkan. Untuk sementara, mereka harus menempuh jalan memutar melalui Bendo atau Kebonagung. (yad/adn)

 

 

Editor : A. Nugroho
#pakisaji #jembatan ambrol #pembangunan #DPUBM #malang kabupaten #RAB