KEPANJEN – Bakal bertambah satu lagi rumah sakit (RS) di Bumi Kanjuruhan. Dalam waktu dekat akan beroperasi RS Hermina Kepanjen. Lokasinya di Dawukan, Desa Mojosari, Kecamatan Kepanjen. Kemarin (29/9) sudah dilakukan peletakan batu pertama.
Bupati Malang H M. Sanusi menyampaikan, pembangunan tersebut sebagai bentuk mempermudah pelayanan masyarakat di bidang kesehatan. Sebab, menurutnya, fasilitas kesehatan yang sudah ada masih belum mencukupi kebutuhan masyarakat. “Sehingga banyak pasien yang tidak tertampung di Kepanjen,” ucap Sanusi setelah peletakan batu pertama RS Hermina Kepanjen kemarin.
Selain RS Hermina Kepanjen, dia menyebut, saat ini sedang ada pembangunan dua RS swasta bertaraf nasional. Yakni RS Mitra Keluarga di Desa Banjararum, Singosari. Tepatnya di dekat exit tol Singosari. Pada awal Februari 2025 lalu, sudah dilakukan peletakan batu pertama yang menandai pembangunan sudah dimulai. ”Dengan semakin banyak RS bertaraf nasional ini kami harap masyarakat mendapat pelayanan kesehatan yang prima dan berstandar nasional,” terang Sanusi.
Berdasar data dari Badan Pusat Statistik (BPS), terdapat 24 RS yang terdapat di Kabupaten Malang. Jika pembangunan dua RS tersebut tuntas, maka di Kabupaten Malang akan ada 26 RS.
Terpisah, Wakil Presiden Direktur PT Medialoka Hermina Yulisar Khiat menyampaikan, pembangunan RS di Kepanjen sebagai bentuk pemerataan pelayanan kesehatan maupun tenaga kerja. “Kami akan mengutamakan pelayanan menggunakan BPJS, sehingga masyarakat lebih mudah memperoleh pelayanan kesehatan. Persentasenya mungkin hanya 30 persen yang non-BPJS,” ucap Yulisar.
RS yang dibangun di lahan seluas 1,8 hektare tersebut diupayakan tuntas dalam tujuh bulan ke depan. Dia menargetkan Juni 2026 sudah soft opening. Fasyankes tersebut berkapasitas awal 100 Tempat Tidur (TT). Jika Bed Occupancy Rate (BOR) sudah 70 persen selama tiga bulan berturut-turut, kapasitas akan ditambah hingga maksimal 200 TT. “Fasilitasnya Insya Allah lengkap. Ada poli anak, poli kandungan, hingga trauma center. Untuk spesialis dan sub spesialis nanti kami analisis lagi sesuai kebutuhan di Kepanjen,” pungkasnya. (yun/dan)
Editor : A. Nugroho