KEPANJEN - Rehabilitasi Jalan dari Gondanglegi-Bantur-Balekambang ditarget rampung tepat waktu. Salah satu tahap yang kini dikebut yakni pembebasan lahan di tiga Desa di Kecamatan Bantur.
Sekarang, Dinas Pertanahan Kabupaten Malang masih menanti jadwal eksekusi dari Pengadilan Negeri (PN) Kepanjen pada 14 bidang tanah di sana.
Seperti diberitakan, rehabilitasi jalan sepanjang 30,485 kilometer itu sudah dimulai sejak bulan Oktober 2024 lalu dan ditarget rampung pada Mei 2026 mendatang. Pekerjaan tersebut dibagi dalam golongan 16A (Gondanglegi-Wonokerto) dan lot 16B (Wonokerto-Balekambang). Lot 16A langsung ditangani Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (B2PJN) Jawa Timur-Bali. Sementara 16B ditangani Pemkab Malang.
Kabid Inventarisasi dan Pengadaan Tanah Dinas Pertanahan Kabupaten Malang Indra Setyawan mengatakan, sampai sekarang masih ada 14 petak lahan di Kecamatan Bantur dalam Lot 16B yang belum selesai pembebasan lahannya. ”Itu tersebar di Desa Wonorejo, Bantur, dan Srigonco. Jumlah detail per desanya saya lupa berapa,” kata dia.
Pihaknya menyebut, mulanya ada 31 bidang lahan yang harus dibebaskan untuk pelebaran jalan dan pembangunan drainase di jalan utama menuju wisata pantai Malang selatan tersebut. Semuanya sudah ditetapkan pada 2024 lalu. Seiring berjalannya waktu, hanya tersisa 14 bidang tanah yang belum beres. Yang lain sudah mengambil konsinyasi ke PN Kepanjen.
Indra menyebut, pada 2024 tersebut, Pemkab Malang sudah memberi waktu kepada warga yang lahannya terimbas untuk melayangkan protes. ”Mereka merasa uang ganti ruginya kurang tinggi. Tapi mereka baru menyatakan itu ketika waktu untuk komplain sudah habis,” sebut dia.
Beberapa di antara mereka bahkan sempat mengajukan upaya hukum keperdataan ke Pengadilan. Akan tetapi, upaya tersebut gagal sampai tingkat Kasasi. Sebagai langkah antisipasi, Dinas Pertanahan sudah mengajukan eksekusi ke PN Kepanjen.
”Kami sudah daftarkan permohonan eksekusi kami ke PN Kepanjen pada 13 Agustus 2025 lalu. Sekarang masih berproses dan kami tinggal tunggu jadwal pastinya,” ujar Indra. (biy/by)
Editor : A. Nugroho