Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Buntut Keracunan MBG, Polres Malang Kirim Sampel Makanan ke Laboratorium Forensik Polda Jawa Timur

Bayu Mulya Putra • Selasa, 28 Oktober 2025 | 19:02 WIB
Ilustrasi MBG
Ilustrasi MBG

KEPANJEN - Pendalaman terhadap kasus keracunan makanan yang dialami pelajar MTs Al Khalifah terus dilakukan polisi. Kasat Reskrim Polres Malang AKP Mohammad Nur memastikan bahwa pihaknya akan memeriksa seluruh saksi yang terlibat. ”Kami akan merangkai (kronologinya) dari awal sampai akhir,” kata Nur.

Sejauh ini sudah ada beberapa saksi yang diperiksa. Seperti driver dari SPPG Mangunrejo, Kepanjen. Selanjutnya ada perwakilan guru dan Kepala SPPG Mangunrejo. Nur menambahkan, pihaknya juga sudah mengirimkan sample dari Makan Bergizi Gratis (MBG) dari MTs Al Khalifah ke Laboratorium Forensik Polda Jatim. Baik lauk pauk, sayur, serta bekas muntahan siswa. ”Secepatnya akan keluar (hasil lab-nya) nanti kami pasti beri tahu perkembangannya,” tambah Nur.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang drg Wiyanto Wijoyo mengatakan bahwa hasil pemeriksaan laboratorium pada sampel MBG masih berlangsung. Pihaknya memilih irit bicara karena masih menunggu dari hasil pemeriksaan laboratorium. ”Masih belum keluar ya,” kata Dokter Wi, sapaan akrabnya.

Seperti diberitakan, pada Kamis lalu (23/10) puluhan pelajar di sekolah tersebut mengalami keracunan. Gejalanya mulai dari mual, pusing, dan muntah-muntah. Menu yang dimakan pelajar saat itu adalah nasi ayam katsu. Kepala MTs Al Khalifah Nur Kholidah mengatakan, total korban keracunan tersebut mencapai 38 orang. Terdiri dari 36 siswa-siswi dan 2 guru yang mencicipi menu tersebut.

”Hari ini (kemarin) semuanya sudah kembali beraktivitas. Tidak ada obat lagi yang diberikan oleh dokter setelah keluar dari rumah sakit (RS) dan klinik,” terang dia ketika ditemui, kemarin (27/10). Sampai hari Minggu lalu (26/10), masih ada satu murid berinisial RI yang dirawat di RS. Kholidah mengatakan bahwa siswa tersebut harus dirawat lanjutkan karena terdiagnosa tipes. ”Yang bersangkutan sudah pulang kemarin (hari Minggu), hari ini (kemarin) sudah masuk,” kata dia.

Kemarin, MTs tersebut tidak lagi menerima menu MBG dari SPPG mana pun. Dia menyebut walau pihak sekolah sangat terbantu dengan adanya program tersebut, banyak orang tua siswa yang trauma berat atas kejadian Kamis itu (23/10).

Kini, pihak sekolah juga masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sample makanan. Dia penasaran apa yang menyebabkan anak didiknya keracunan. Namun, ketika ditanya soal kejanggalan, selain rasa, waktu kedatangan menu MBG tersebut juga ditengarai jadi penyebabnya.

”Sejak 6 Oktober lalu kami pertama kali menerima MBG tepat pukul 09.00. Tapi hari itu molor, jadi pukul 10.30,” ujar dia. Setelah kejadian tersebut, Dinkes bersama DPRD sudah melakukan sidak ke 35 SPPG di Kabupaten Malang. Sejauh ini, tidak ada temuan yang janggal. (yad/biy/by)

Editor : A. Nugroho
#Mbg #mts #dinkes #SPPG