Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Anggaran Pembangunan Infrastruktur di Jalibar Kepanjen Sudah Terserap 70 Persen

Bayu Mulya Putra • Kamis, 30 Oktober 2025 | 18:46 WIB
DIKEBUT: Perbaikan di Jalan Ir Soekarno atau Jalur Lingkar Barat (Jalibar) Kepanjen sudah dituntaskan pemkab. Ruas jalan itu mendapat alokasi Rp 2 miliar
DIKEBUT: Perbaikan di Jalan Ir Soekarno atau Jalur Lingkar Barat (Jalibar) Kepanjen sudah dituntaskan pemkab. Ruas jalan itu mendapat alokasi Rp 2 miliar

KEPANJEN - Pembangunan infrastruktur terus dikebut. Salah satu tujuannya yakni memaksimalkan serapan anggaran pada tahun ini. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang Khairul Isnaidi Kusuma menyampaikan, pada 2025 ini alokasi belanja modal yang diterima pihaknya sekitar Rp 314 miliar. Anggaran tersebut dialokasikan untuk sejumlah pekerjaan.

Di antaranya peningkatan dan rehabilitasi jalan, perbaikan dan penggantian jembatan, pembangunan drainase, hingga pemasangan PJU. ”Anggaran tersebut berbeda dengan pemeliharaan rutin. Namun, secara keseluruhan, kami sudah menyerap 70 persen dari total anggaran untuk semua kegiatan,” ujar Khairul.

Salah satu contoh penanganan yang sudah terealisasi yakni rehabilitasi di Jalan Ir Soekarno atau Jalur Lingkar Barat (Jalibar) Kepanjen yang mendapat alokasi anggaran Rp 2 miliar. Penanganannya kurang lebih 1,2 kilometer dengan hotmix Asphalt Concrete Wearing Course (ACWC) atau campuran aspal dan beton. Salah satu titik perbaikan tersebut di depan Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Jalibar hingga ujung Jalibar atau pertigaan Talangagung. Sedangkan, yang masih dalam perencanaan yakni Peningkatan Jalan Bayaran – Ngantru, Kecamatan Pujon. Itu sesuai dengan Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) Kabupaten Malang.

”Penyerapan anggaran kami lakukan setiap triwulan, supaya tidak menumpuk pada akhir tahun anggaran. Namun, untuk penggantian jembatan, kami mulai sejak triwulan kedua karena menunggu debit air berkurang,” kata pejabat eselon II B Pemkab Malang itu. Sebagai contoh, jembatan yang sudah dituntaskan yakni Jembatan Gunungjati, Kecamatan Jabung. Jembatan tersebut dibangun dengan box culvert atau cor di bagian dalam dengan panjang 7 meter dan lebar 5 meter.

Pembangunannya menggunakan APBD Kabupaten Malang 2025 dengan nilai kontrak Rp 751,5 juta. ”Untuk menentukan konstruksi jembatan, kami perhatikan debit air sungainya, supaya tidak terkena banjir lagi. Oleh karena itu, kami bisa menghitung saat airnya surut,” ucap pria yang akrab disapa O’ong itu. Dia melanjutkan, salah satu indikator untuk menghitung debit air sungai yakni intensitas hujan 25 tahunan dan 50 tahunan.

Jika dalam perhitungan menunjukkan air yang mengalir tidak melebihi debit saluran, permukaan jembatan dibangun datar. Sedangkan jika debit air yang mengalir lebih besar, permukaan jembatan dibangun lebih tinggi. Tujuannya supaya tidak tergerus air jika intensitas hujan sedang tinggi.

Selain itu, pemenuhan fasilitas pelengkap jalan juga menjadi pekerjaan rumah (PR) besar. Salah satunya pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU). Sebab, masih ada sekitar 1.084,2-1.167,6 kilometer jalan masih belum ada PJU. Tahun ini, pihaknya menganggarkan Rp 12 miliar untuk pembangunan 857 titik PJU sekaligus perawatan dan pemeliharaan.

Dia menyebut, prioritas pemasangan PJU tersebut ditentukan berdasar usulan-usulan masyarakat atau musyawarah rencana pembangunan (musrenbang). Sebagian besar usulan yakni memasang PJU di daerah rawan kecelakaan atau black spot dan daerah rawan tindak kejahatan.

PJU juga dipasang di sekitar fasilitas kesehatan, pendidikan, jalur wisata, dan kawasan pusat kegiatan masyarakat lainnya. ”Pemasangan PJU dilaksanakan di 72 desa yang tersebar di 23 kecamatan. Sedangkan pemeliharaannya di seluruh wilayah Kabupaten Malang yang PJU-nya rusak,” kata dia.

Dia memastikan, pihaknya akan terus berkomitmen untuk meningkatkan infrastruktur di Kabupaten Malang. Salah satunya dengan memasang PJU secara bertahap. Namun, tetap efektif dan efisien sesuai kemampuan anggaran. ”Pembangunan PJU ini juga diharapkan dapat meningkatkan perekonomian dan pariwisata di Kabupaten Malang,” pungkasnya. (yun/by)

Editor : A. Nugroho
#pju #spbe #SPSE #DPUBM