Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Bertahap: Dari Total 2.500 Sekolah yang Ada di Kabupaten Malang Baru 384 Sekolah Terima Bantuan Papan Interaktif

A. Nugroho • Minggu, 9 November 2025 | 17:20 WIB
SARPRAS: Salah satu murid SDN 2 Wandapuro mengikuti proses belajar mengajar menggunakan papan interaktif kemarin.
SARPRAS: Salah satu murid SDN 2 Wandapuro mengikuti proses belajar mengajar menggunakan papan interaktif kemarin.

KEPANJEN – Belum semua sekolah di Bumi Kanjuruhan menerima bantuan papan interaktif atau interactive flat panel (IFP) dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI.

Dari total 2.500 sekolah yang diajukan Pemkab Malang, baru 348 lembaga yang menerima papan interaktif. Perinciannya, ada 1.012 lembaga TK/PAUD, 1.159 SD, dan 367 SMP. Papan pintar itu disalurkan bergilir sejak Oktober lalu.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Malang Suwadji menuturkan, seluruh sekolah bersedia menerima papan pintar.

Sebab pengadaan dari Kemendikdasmen sesuai kesediaan satuan pendidikan masing-masing melalui aplikasi Dapodik.

Hingga kini pihaknya memantau distribusi IFP agar merata ke seluruh sekolah, meski baru bisa dibagikan 100 persen pada tahun depan.

“Karena tiap sekolah hanya diberi satu papan interaktif, penggunaannya diserahkan kepada sekolah,” ujarnya.

Dia mengatakan, pembelajaran dengan IFP bisa menjadikan anak-anak lebih interaktif, kolaboratif, multimodal, dan bermakna. Selain itu, dia melanjutkan, penggunaannya berpengaruh positif terhadap motivasi belajar.

Pemahaman konsep pembelajaran dan keterampilan abad 21 juga lebih mudah diakses dan dipahami oleh peserta didik. “Harapannya dengan papan itu, murid bisa memahami pelajaran dengan lebih mudah,” kata Suwadji.

Sementara itu, Guru SDN 2 Wandanpuro Devi Alvionita mengatakan, sekolahnya menerima bantuan IFP sejak Oktober lalu. Dia mengakui pengaruhnya cukup signifikan. Para murid lebih bersemangat ketika belajar menggunakan IFP.

Itu juga semakin mendukung sekolahnya yang baru dinobatkan sebagai SD Unggulan se-Kabupaten Malang. “Karena satu sekolah satu papan, sistem penggunaannya bergantian disesuaikan dengan materi kelas masing-masing,” pungkas Devi. (aff/dan)

Editor : A. Nugroho
#Kabupaten Malang #PAPAN INTERAKTIF