DAU - Operasional perdana bus Trans Jatim di Malang Raya tinggal menghitung hari, yakni 20 November nanti. Tapi hingga kemarin (15/11) belum ada tanda-tanda pembangunan shelter maupun rambu bus stop di sepanjang rute.
Rencananya, bus milik Pemprov Jatim melintasi jalur terminal Hamid Rusdi (Kota Malang), Landungsari (Dau, Kabupaten Malang) sampai terminal Kota Batu.
Seperti diberitakan, ada 15 titik perhentian di wilayah Kabupaten Malang. Termasuk di antaranya adalah shelter atau halte bus di depan Taman Rekreasi Sengkaling dan depan KUD Dau. Pantauan Jawa Pos Radar Kanjuruhan Jum'at lalu (14/11), belum ada rambu yang terpasang.
Untuk rambu di sepanjang lintasan tersebut, rencananya akan dipasang di depan Hotel Radho, Sengkaling dan depan Gereja GKJW Jemaat Sengkaling. Tapi belum terlihat tanda-tanda pemasangan.
Sementara untuk halte, tiga titik tersebut sudah mulai dipasang patok kecil bertuliskan ‘Rencana Lokasi Pembangunan Shelter Trans Jatim Koridor I Dishub Provinsi Jawa Timur’.
Sudah terlihat di depan pagar KUD Dau, pedestrian depan Taman Rekreasi Sengkaling dan di ujung barat area Mobil Penumpang Umum (MPU) Terminal Landungsari.
Kepala UPT Pengelolaan Prasarana Perhubungan (P3) Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Malang Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jatim M.
Binsar Garchah Siregar mengatakan bahwa sejak 13 November, Dishub Provinsi Jatim sudah mulai memasang rambu dan mulai membangun halte di 3 daerah. Setidaknya itu menurut rencana.
“Itu (13 November 2025) sekalian survei dan pemasangan sebagian. Yang saya tahu, di Terminal Madyopuro sudah ada. Sisanya saya belum monitor,” terangnya.
Dia memperkirakan, pemasangan dan pembangunan tersebut akan berlangsung secara bertahap. Setidaknya, sampai hari diluncurkan pelayanan tersebut pada 20 November nanti.
“Pokoknya sebelum launching sudah selesai semua,” imbuh Binsar.
Termasuk untuk halte, Binsar menyebut bahwa pembangunannya tidak sampai memakan waktu berhari-hari. Karena konstruksi shelter hanya berupa rangka dan plat baja yang disambung-sambung. Ukurannya kecil, panjang 3 meter dan lebar 1 meter.
“Tapi itu juga tergantung penyedianya. Kalau bahan sudah ada ya tinggal dipasang. Tidak rumit karena tidak pakai kaca,” tandas dia. (biy/dan)
Editor : A. Nugroho