WAGIR – SDN 1 Bedalisodo, Kecamatan Wagir rusak diterjang longsor. Empat ruang terdampak. Rinciannya, tiga ruang kelas untuk proses belajar mengajar dan satu ruang musala. Kemarin (17/11), tim badan penanggulangan bencana (BPBD) Kabupaten Malang dan aparat kepolisian meninjau lokasi longsor.
Kepala Desa (Kades) Dalisodo Suprapto menyampaikan, longsor terjadi setelah wilayah tersebut diguyur hujan tiga hari berturut-turut. Jumat lalu (14/11), dinding penahan tanah di bagian selatan ambruk. “Karena ada longsor itu, dinding kelas di dekatnya juga mulai retak. Struktur musala juga sudah kena,” ujar Suprapto setelah meninjau kondisi bangunan gedung SDN 1 Bedalisodo kemarin (17/11).
Berdasar pengamatan Jawa Pos Radar Kanjuruhan, keretakan dinding bagian belakang ada di kelas 4, 5, dan 6. Meskipun retak, ruang tersebut masih digunakan untuk kegiatan belajar mengajar seperti biasanya. Sedangkan musala sudah tidak dapat dimanfaatkan. Sebab, dinding penahan yang ambruk tersebut tepat di bagian depan musala.
“Musala sudah rawan sekali (ambruk lagi). Kalau dibiarkan, gedung kelasnya dikhawatirkan ikut longsor,” imbuhnya.
Oleh karena itu, dia berharap, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang segera menangani kerusakan sekolah tersebut. Untuk sementara, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang menutup tanah yang longsor menggunakan terpal. Hal itu untuk mencegah tanah kembali longsor.
Selain mengakibatkan gedung sekolah retak, ambruknya dinding penahan sepanjang 10 meter dengan ketinggian 5 meter itu juga menimpa rumah warga. Tiga unit motor sempat terkena reruntuhan tanahnya. Jika ditotal, kerugian materialnya sekitar Rp 50 juta.
Terpisah, guru SDN 1 Bedalisodo Ririn Tia Vironika menceritakan, sebelum longsor, bagian lantai musala sudah retak. Namun setelah longsor tersebut, kondisinya semakin memprihatinkan. “Saat ini sudah tidak bisa digunakan lagi,” kata dia.
Sebagai informasi, sekolah tersebut dimanfaatkan 168 siswa. Tiga ruang yang dindingnya sudah retak ditempati 73 siswa. Dengan rincian, kelas 4 dan 5 masing-masing ada 25 siswa dan kelas 6 ada 23 siswa. (yun/dan).
Editor : A. Nugroho