KEPANJEN – November ini kerap terjadi bencana hidrometerologi, seperti banjir dan longsor. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, khusus longsor saja melanda delapan kali dalam kurun sekitar dua pekan.
Longsor terbaru terjadi di jalan penghubung Desa Sumbersari di Kecamatan Poncokusumo menuju Desa Ngebruk, Kecamatan Poncokusumo. “Kejadiannya hari Sabtu (15/11), tapi baru masuk di kami hari ini (kemarin),” ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan.
Dia menambahkan, hujan berlangsung selama berjam-jam longsor melanda sekitar pukul 15.00. Dua titik plengsengan, masing-masing setinggi 6 meter dan 7 meter serta lebar 4 meter ambrol. Sekitar 100 meter dinding penahan tanah (DPT) jatuh ke tepi sungai.
Selain di Poncokusumo, dia melanjutkan, kejadian serupa juga menimpa Desa Dalisodo Kecamatan Wagir, Jumat lalu (14/11). Kemudian Desa Donowarih, Kecamatan Karangploso terjadi longsor pada 12 November lalu, dan Desa Tawangsari di Kecamatan Pujon pada 7 November lalu.
Sadono mengatakan, longsor delapan kali tersebut mengakibatkan banyak kerusakan. Di antaranya dua fasilitas umum, seperti berupa sekolah dan jalan. “Tidak ada korban dalam kejadian-kejadian itu. Hanya saja kerusakan di ruas jalan mengganggu mobilitas warga,” kata Sadono.(biy/dan)
Editor : A. Nugroho