BANTUR - Akhir Desember depan, pengerjaan Jembatan Rejoyoso di Bantur harus rampung. Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang meminta kontraktor mengebut pengerjaannya, sehingga tuntas sesuai target.
Seperti diberitakan, jembatan sepanjang 40 meter tersebut ambrol akibat diterjang banjir pada 28 November 2024 lalu. Selain jembatan Rejoyoso, ada dua jembatan lainnya yang juga terdampak banjir.
Jembatan Rejoyoso menghubungkan Desa Rejoyoso di Kecamatan Bantur dengan Desa Sumberejo di Kecamatan Pagak. Oleh karena perannya vital, Pemkab Malang melakukan perbaikan. Perbaikannya mengubah konstruksi jembatan lama.
Sebelum diterjang banjir, jembatan itu berbentuk konvensional dengan pilar di tengahnya. Tapi karena banjir, separo jembatan tersebut runtuh dan sisa fondasi lama terus tergerus air sungai yang juga mengalami pelebaran badan sungai. Akhirnya, dipakai lah konstruksi komposit dengan balok wide flange (WF) dan memakai baja struktural yang memiliki bentuk seperti huruf H.
Kabid Pembangunan dan Peningkatan DPUBM Kabupaten Malang Anita Aulia Sari mengatakan, pihaknya optimistis bahwa deadline Desember depan bisa tercapai. Pasalnya dalam waktu sebulan, progres pembangunan bisa terlampaui 20 persen. “Sekarang sudah 87 persen. Sudah menuju proses pengecoran dan finishing,” kata dia.
Pada 20 Oktober lalu, progres pengerjaan masih berkisar di angka 66 persen. Artinya, pekerjaan dipercepat walau kondisi di lapangan masih sering turun hujan.
Ada beberapa pekerjaan yang masih berlangsung. Yakni pemasangan besi pada plat jembatan dan timbunan optride atau tanah di dalam jembatan. Tapi karena pengecoran bagian atas belum dilakukan, rangka kayu penopang beton belum dilepas. “Kami juga sedang memasang bronjong di samping-samping jembatan,” imbuh Anita.
Pemasangan bronjong tersebut bertujuan mengamankan konstruksi jembatan dari bahaya banjir. Sesuatu yang membuat jembatan itu harus diperbaiki. Sampai Jumat lalu (21/11) jalan menuju jembatan tersebut juga masih ditutup total. (biy/dan)
Editor : Aditya Novrian