Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Tunnel Garam Bajulmati Dipindah ke Modangan Kecamatan Donomulyo

Mahmudan • Kamis, 27 November 2025 | 17:34 WIB
SENTRA GARAM: Pembangunan fasilitas baru untuk produksi garam tunnel di Pantai Modangan, Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo berlangsung sejak tiga pekan lalu.
SENTRA GARAM: Pembangunan fasilitas baru untuk produksi garam tunnel di Pantai Modangan, Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo berlangsung sejak tiga pekan lalu.

DONOMULYO – Garam tunnel yang sebelumnya diproduksi di Pantai Bajulmati Gedangan, kini bakal dipindah ke Pantai Modangan, Donomulyo. Alasan pemindahan lantaran pipa penyalur air laut dari pantai ke 11 terowongan berkali-kali rusak.

Selama ini, garam tunnel di produksi di Pantai Bajulmati, Desa Gajahrejo, KecamatanGedangan. Area produksi tersebut diberi nama Eduwisata Paduka Ganessa (Partnership Wisata Edukasi Garam Tunnel Pesisir Selatan Kabupaten)

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Malang Victor Sembiring memaparkan, pihaknya sempat berencana memindah fasilitas produksi garam tersebut ke Pantai Parangdowo yang letaknya tak jauh dari Bajulmati. Namun rencana tersebut diurungkan. “Tapi kami tidak mendapat izin lokasi dari Cabang Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur,” ujar Victor kemarin.

Dia mengatakan, kini pihaknya menyiapkan fasilitas produksi garam tunnel di Modangan. Pembangunannya sudah dimulai sejak pekan lalu. Pembangunan fisik 12 terowongan garam tersebut sedang berlangsung dengan progres terakhir, yakni pemasangan bowplank dan penggalian fondasi.

Posisinya ada di selatan tunnel garam Modangan yang sudah berdiri atau di depan terowongan lama sisi barat. Victor mengatakan, proses pembangunan tersebut menghabiskan anggaran Rp 135 juta.

Sementara itu, Ketua Kelompok Usaha Garam (KUGAR) Sumberoto Makmur Sejahtera Edi Santoso mengatakan, setelah selesai pembangunan tunnel garam baru, pihaknya akan mengelola fasilitas tersebut. “Kami maksimalkan dengan seluruh anggota yang berjumlah 12 orang,” ujar Edi.

Dengan ditambahnya tunnel baru, dia mengatakan, KUGAR Sumberoto Makmur Sejahtera akan mengelola total 42 terowongan garam. Akan tetapi, untuk produksinya masih belum ada perubahan dan belum bisa dipasarkan sebagai garam konsumsi. Pasalnya, kelompok petani garam sampai sekarang hanya memiliki gudang produksi.

“Masih membutuhkan alat pencuci garam, pemanas garam, pemberian zodium dan lain-lain,” keluh Edi. Untuk pengadaan fasilitas tersebut, pihaknya masih menanti dana cair, baik dari Pemkab Malang maupun dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan.(biy/dan)

Editor : A. Nugroho
#kugar #CSR #Kabupaten Malang #garam tunnel