LAWANG – Akibat longsor yang menerjang Desa Sumberngepoh, Kecamatan Lawang pada Senin lalu (24/11), warga mengalami krisis air bersih. Jaringan pipa yang biasanya mengalirkan air bersih, tiba-tiba terputus. Untuk memenuhi kebutuhan keseharian, mereka terpaksa mengandalkan kiriman dari luar desa.
Kemarin (26/11), aparat kepolisian mendistribusikan air bersih ke lokasi. Pengiriman menggunakan mobil tangki berkapasitas 4.000 liter. Sasarannya pada 50 kepala keluarga (KK) yang terdampak. Tepatnya di RT 03 RW 03 Dusun Krajan.
Kapolsek Lawang AKP H Mohammad Lutfi menjelaskan, longsor melanda tiga desa, yakni Sumberngepoh dan Ketindan, serta Kelurahan Kalirejo. Namun yang paling terdampak adalah Sumberngepoh. “Jalan Desa yang menghubungkan area persawahan warga terdampak longsor sepanjang 20 meter.
Mengakibatkan saluran Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum (HIPPAM) terputus, sehingga warga mengalami krisis air,” terang Lutfi. “Setelah longsor itu, pasokan air warga di sana terputus total,” imbuh perwira polisi dengan tiga balok di pundaknya itu.
Dia mengatakan, kepolisian bergerak cepat agar kebutuhan dasar tersebut bisa segera terpenuhi. Mobil tangki yang dipakai berasal dari Polres Malang. Rencananya, pendistribusian air bersih akan terus berlanjut selama sampai normal. Artinya, pipa penyaluran air bersih sudah berfungsi dan warga tidak kesulitan air besih.
”Truk tangki akan kami isi ulang dari sumber air di desa sekitar. Artinya, setelah truk tangki mengosongkan pasokan, kendaraan akan kembali diisi ulang di sumber mata air terdekat untuk didistribusikan lagi,” kata Lutfi. (biy/dan)
Editor : A. Nugroho