KABUPATEN – Di Kabupaten Malang, total ada 4.993 rumah yang dibangun pe ngembang untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Mayoritas pembelinya adalah pasangan muda. Yakni mereka yang berusia antara 25 sampai 30 tahun.
Salah satu perumahan yang banyak diburu pasangan muda yakni Perum Lawang Park Residence. Di sana, total ada 775 rumah yang dibangun untuk MBR. Kini hanya tersisa 200 unit saja yang belum terjual. ”Rata-rata yang mengakses rumah MBR itu mereka yang bekerja sebagai pedagang dan masih muda,” ujar Afwan Syahid, Direktur Lawang Park Residence.
Sebab, lokasi hunian untuk MBR yang dibangun mereka berada di lokasi yang stra tegis. Dekat dengan sarana ekonomi dan stasiun.
Lebih lanjut, Plt Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang Johan Dwijo menuturkan, seluruh pengajuan rumah MBR terpusat melalui aplikasi SiKasep (Sistem Informasi KPR Subsidi Perumahan). Berdasar Peraturan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Nomor 9 Tahun 2025 tentang Kemudahan dan Bantuan Pembiayaan Rumah Bagi MBR, ada beberapa syarat yang ditetapkan.
Seperti harus berkewarganegaraan Indonesia dan belum pernah menerima subsidi bantuan pembiayaan perumahan dari pemerintah. MBR yang akan mengakses rumah juga harus tercatat sebagai penduduk yang belum memiliki rumah.
”Penghasilan MBR juga dibatasi, untuk yang masih single, maksimal penghasilannya Rp 8 juta per bulan,” ucap Johan. Sementara untuk pasangan suami istri, maksimal pendapatannya Rp 10 juta per bulan. Nominal itu dihitung dari gaji keduanya.
Johan menambahkan, harga tanah di Kabupaten Malang masih terbilang standar. Itu membuat para pengembang melirik rencana pembangunan rumah MBR di Kabupaten Malang. ”Sebab kalau di kota kan sudah mahal, opsinya jadi ke hunian vertikal,” lanjut dia.
Untuk kultur masyarakat yang belum familiar dengan model rumah semacam itu, tentu memilih perumahan yang biasa. Meski harus jauh dari pusat kota. Untuk itu perumahan dekat kota seperti di daerah Lawang, Singosari, hingga Pakis memang banyak diincar. Johan juga aktif memantau harga tanah melalui bank tanah agar tetap terkendali. Khususnya untuk lokasi strategis yang dekat dengan kawasan perkotaan. (aff/by)
Editor : A. Nugroho