KEPANJEN - Perbaikan Jalan Lintas Kepanjen-Pagak akan ditangani Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen-PU). Sebelumnya, kondisi jalan sepanjang 16 kilometer dari setelah Pos Laka Lantas Polres Malang Kecamatan Kepanjen sampai depan Kantor Kecamatan Pagak itu ramai dibahas di media sosial.
Penyebabnya, banyak titik di jalan tersebut yang berlubang dengan ukuran lebar sampai kecil. Kedalamannya juga bervariasi, mulai dari satu ruas jari tangan sampai hampir menyentuh mata kaki orang dewasa.
Salah satu jalan yang mendapat perhatian warga, berada di dekat Jalan Monginsidi, Dusun Sanggrahan, Desa Mangunrejo, Kecamatan Kepanjen. Sempat ada pengendara terluka akibat terperosok dan jatuh.
Dalam pengamatan Jawa Pos Radar Kanjuruhan di lokasi kemarin siang (7/12), tempat orang jatuh itu kini diberi tanda berupa dahan pohon palem dan kayu. Namun, lubang besar juga masih tampak. Jalan berlubang juga terlihat di banyak titik sepanjang jalan depan Pasar Sumedang, Kelurahan Cepokomulyo, Kecamatan Kepanjen, sampai dengan lokasi itu.
Kabid Pembangunan dan Peningkatan DPUBM Kabupaten Malang Anita Aulia Sari membenarkan adanya jalan yang rusak tersebut. Dia menjabarkan, banyak aduan masyarakat sepanjang jalan tersebut masuk ke dinasnya.
”Untuk jalan Sanggrahan-Mangunrejo dan depan Pasar Sumedang setelah kami cek sudah ada agenda penanganan melalui Inpres Jalan Daerah (IJD) yang dilaksanakan oleh Kementerian PU,” katanya.
Selain itu, terkait kondisi jalan yang semakin banyak lubang sudah disampaikan ke Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (B2PJN) Jawa Timur-Bali. Mereka yang akan menangani IJD ruas tersebut.
IJD merupakan program strategis pemerintah pusat untuk membantu perbaikan, pemeliharaan, dan pembangunan infrastruktur jalan di tingkat Provinsi, Kabupaten, dan Kota, menggunakan dana APBN melalui Kementerian PU.
Itu sesuai dengan Inpres Nomor 11 Tahun 2025. Fokusnya ada di Jalan Prioritas. Jalan yang mendukung kawasan pertanian, industri, dan distribusi energi. Anita mengatakan, pekerjaan perbaikan jalan dengan pelapisan aspal buton itu baru dimulai kemarin. Dengan mulai mengerahkan lima alat berat di Jalan Sumedang.
Upaya penanganan sementara itu sebelumnya dilakukan DPUBM di depan Pasar Sumedang. ”Karena banyak keluhan masyarakat maka UPT DPUBM bergerak untuk melaksanakan pemeliharaan rutin dengan sapu lubang pakai aspal buton. Walaupun itu masuk ke dalam ruas IJD tadi,” kata dia. (biy/gp)
Editor : A. Nugroho