LAWANG - Longsor di RT 03 RW 04 Desa Mulyorejo, Kecamatan Lawang pada Sabtu (6/12) lalu memakan dua korban. Yakni Nur Rochmah, 55, yang meninggal dunia dan Erniwati, 42, yang berhasil selamat meski sempat tertimpa reruntuhan. Saat kejadian, dua orang tersebut sedang mencuci pakaian di kamar mandi umum di lereng area permukiman. Area tersebut runtuh setelah tertimpa material tanah longsor dan pohon besar yang tumbang.
Berdasar hasil peninjauan lapangan, intensitas hujan sedang hingga tinggi yang terjadi selama dua hari terakhir menjadi penyebab utama tanah di kawasan tersebut menjadi labil. Tanah tidak mampu menahan beban pohon beringin dengan diameter sekitar 2 meter dan tinggi kurang lebih 40 meter. Pohon tersebut tumbang dan menimpa bangunan kamar mandi umum serta area di sekitarnya.
Oleh karena itu, kemarin (7/12), Bupati Malang H M. Sanusi beserta jajarannya berkunjung ke rumah korban dan menyampaikan belasungkawa. Dia juga menyerahkan bantuan secara tunai maupun non tunai. Seperti paket sembako untuk meringankan beban keluarga yang ditinggalkan. ”Kami memastikan bantuan bagi keluarga korban maupun warga terdampak lainnya dapat tersalurkan dengan baik,” ujarnya kemarin.
Orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang itu menyampaikan, pihaknya akan meningkatkan kewaspadaan serta mempercepat asesmen di lokasi kejadian. Selain itu juga akan melaksanakan mitigasi lanjutan. ”Termasuk pemetaan kawasan rawan longsor, pemeriksaan kondisi kontur tanah, serta pengecekan pohon-pohon besar yang berpotensi membahayakan,” imbuh Sanusi.
Dia juga mengimbau kepada seluruh masyarakat, utamanya yang tinggal di wilayah rawan longsor, untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim hujan. Jika melihat tanda-tanda pergerakan tanah, retakan pada bangunan, atau pohon besar yang terlihat miring, mereka diimbau untuk segera melapor ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) maupun perangkat desa setempat.
Menurutnya, sinergi antar elemen masyarakat, mulai dari pemerintah desa, relawan, hingga warga setempat harus diperkuat dalam menghadapi potensi bencana alam. ”Kebersamaan dan gotong royong menjadi kekuatan kita dalam menghadapi situasi seperti ini. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dengan saling membantu, Insya Allah kita bisa meminimalkan risiko dan dampak bencana,” pungkasnya. (yun/gp)
Editor : A. Nugroho