Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

7 Titik Rawan Macet saat Libur Natal dan tahun baru, Dinas Perhubungan Kabupaten Malang Siapkan Tim Pengurai dan Mobil Derek

Bayu Mulya Putra • Kamis, 11 Desember 2025 | 17:47 WIB
SIAPKAN ANTISIPASI: Simpang Tiga Masjid Kembar, Karangploso jadi salah satu wilayah yang rawan macet saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Enam wilayah lainnya juga masuk dalam pantauan dishub.
SIAPKAN ANTISIPASI: Simpang Tiga Masjid Kembar, Karangploso jadi salah satu wilayah yang rawan macet saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Enam wilayah lainnya juga masuk dalam pantauan dishub.

KARANGPLOSO - Momen libur Natal dan tahun baru (Nataru) semakin dekat. Jalanan yang lebih padat dibanding biasanya bakal terjadi. Untuk mengantisipasi kemacetan parah, sejumlah pihak mulai menyusun langkah antisipasi.

Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Malang sudah melakukan langkah identifikasi terhadap ruas-ruas jalan yang berpotensi macet. Total ada tujuh ruas jalan yang masuk dalam identifikasi awal. Seperti di Simpang Tiga Masjid Kembar dan Simpang Empat Kepuharjo, Kecamatan Karangploso (selengkapnya baca grafis).

Kepala Dishub Kabupaten Malang Eko Margianto memprediksi bakal ada peningkatan volume kendaraan antara 10 sampai 15 persen pada libur Nataru. Perhitungan itu didasarkan pada analisis tren mobilitas  saat long weekend. Juga peningkatan volume kendaraan di dekat area wisata.

WILAYAH YANG RAWAN MACET PADA AKHIR TAHUN
WILAYAH YANG RAWAN MACET PADA AKHIR TAHUN

”Minat masyarakat untuk bepergian ke daerah wisata atau pulang kampung bakal meningkat,” terang dia. Bersama Satlantas Polres Malang, Dishub bakal menetapkan dan menempatkan personel di Pos Yan, Pos Pam, dan Pos Pantau. Mereka juga bakal menyiapkan Tim Urai, menyiagakan truk derek, dan rute alternatif bila lalu lintas semakin padat.

Rencana-rencana tersebut bakal dimatangkan lagi dalam rapat Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) beberapa hari mendatang. ”Penentuan pos-pos, jumlah personel dan pemantapan rute-rute itu akan dibahas lebih detail lagi,” imbuh Eko.

Di tempat lain, Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas Dishub Kabupaten Malang Willy Deni Permana mengatakan bahwa penanganan di titik-titik yang telah disebutkan itu bakal berbeda. Ada yang diurai dengan rekayasa lalu lintas. Ada pula yang disiagakan personel untuk mengurai kemacetan.

”Untuk rekayasa jalan itu biasanya (dilakukan) di lintas utara dari Karanglo ke Batu. Kendaraan kalau padat di Simpang 3 Masjid Kembar atau Kepuharjo, akan dibelokkan ke kiri ke Kota Malang,” kata Willy. Sementara untuk penerjunan tim urai, biasanya diberlakukan di Kecamatan Bululawang.

Cara lain diberlakukan di area Taman Nasional Bromo, Tengger, Semeru (TNBTS). Yakni dengan melakukan pembatasan kendaraan pengunjung. Itu untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan dan pengunjung pada malam tahun baru.

”Bagi yang tidak memiliki tiket akan kami minta balik kanan. Tentunya kami harus koordinasi lagi dengan Balai Besar TNBTS,” ucap Willy.

Sementara wilayah yang masih harus dikoordinasikan lagi yakni Perlintasan KA Karanglo dan Wisata Flora Santera de Laponte, Pujon. ”Kalau Karanglo mesti dikoordinasikan dengan PT KAI. Lalu di Santera masih perlu dibahas ulang rekayasanya dengan Polres Batu,” imbuh dia.

Willy menambahkan, pencegahan kemacetan bakal dilakukan dengan pembatasan truk mulai 23 Desember 2025 sampai 2 Desember 2026. Pada periode tersebut, yang boleh melintas hanya truk angkutan logistik kebutuhan pokok seperti bahan pangan dan energi. (biy/by)

Editor : A. Nugroho
#kabupate malang #llaj #dishub #Nataru