KEPANJEN - Meski ada pemangkasan anggaran belanja daerah besar-besaran, program pengentasan kemiskinan ekstrem terus berjalan. Salah satunya melalui program bedah rumah untuk menuntaskan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang sudah dilaksanakan setiap tahun.
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang Farid Habibah menyebut, tahun depan akan diupayakan penambahan kuota bantuan sosial (bansos) bedah rumah.
”Tahun ini kan kami membangun 312 rumah, tahun depan Insya Allah bisa meningkat sekitar 2 persen dari yang sekarang,” ujar Habibah. Dengan demikian, kuota bedah rumah tahun depan sekitar 318 rumah. Pihaknya akan melakukan pemetaan ulang untuk penerima program bedah rumah.
Tujuannya supaya program tersebut tepat sasaran. Untuk saat ini, budget yang dialokasikan masih sama. Yakni Rp 20 juta untuk masing-masing rumah. ”Namun, dengan memperhatikan kenaikan bahan-bahan bangunan, bisa jadi ada peningkatan budget. Itu akan kami perhitungkan lebih lanjut,” kata pejabat eselon II B Pemkab Malang itu.
Sementara itu, Sekretaris DPKPCK Kabupaten Malang Johan Dwijo Saputro menyampaikan, bansos dari pemkab tersebut diprioritaskan untuk pengadaan material. Sedangkan untuk pengadaan cat dan sebagainya bisa dikerjasamakan dengan pihak ketiga melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
”Karena ini sifatnya bansos, jadi pemilik rumahnya harus terdata di DTSEN (Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional). Itu yang masih menjadi kendala karena masih dalam tahap penyempurnaan,” kata dia.
Selain itu, syarat lainnya yakni rumah harus berdiri di lahan milik pribadi, dan kondisinya memang tidak layak. Seperti konstruksinya tidak permanen atau semi-permanen.
Itu ditandai dengan lantai masih berupa tanah, dinding dari tripleks atau anyaman bambu, dan atap yang tidak kokoh. Selain dari struktur bangunan, RTLH juga ditandai dengan akses sanitasi tidak layak serta ventilasi dan pencahayaan yang kurang. Biasanya, pemilik RTLH berasal dari Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). (yun/by)
Editor : A. Nugroho