Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Natal dan Tahun Baru Kabupaten Malang Diprediksi Hasilkan 12,6 Ribu Ton Sampah

Bayu Mulya Putra • Kamis, 18 Desember 2025 | 19:43 WIB
Ilustrasi Sampah
Ilustrasi Sampah

KEPANJEN – Selain kendaraan, volume sampah yang dihasilkan pada momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) diprediksi meningkat. Perkiraan peningkatannya antara 15 sampai 20 persen dari produksi sampah harian. Untuk diketahui, per hari rata-rata ada 1.200 ton sampah yang dihasilkan di Kabupaten Malang (selengkapnya baca grafis).

Pada momen Nataru, jumlahnya diprediksi naik menjadi 1.400 ton per hari. Selama periode 9 hari, tepatnya mulai 25 Desember 2025 sampai 2 Januari 2026, estimasinya ada 12.600 ton sampah yang dihasilkan. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Malang Ahmad Dzulfikar Nurrahman menyebut, potensi tambahan timbunan sampah itu mayoritas berasal dari sektor wisata dan pasar.

Untuk itu, pihak bakal menyiagakan tambahan truk dan personel yang mengondisikan sampah. Total ada lima tambahan truk pengangkut dan 20 tambahan personel untuk mengondisikan sampah sepanjang Nataru. ”Seperti biasa, nanti sampah yang terkumpul dibagi di tiga TPA. Yaitu TPA Paras, Poncokusumo, TPA Talangagung, Kepanjen, dan TPA Randuagung, Singosari,” paparnya.

Sampah itu bakal diolah menggunakan sistem controlled landfill. Yaitu sampah ditimbun, diratakan, dipadatkan, kemudian pada waktu tertentu ditutup dengan lapisan tanah. Untuk menanggulangi sampah yang belum terolah, Dzulfikar bakal memaksimalkan 300 bank sampah dan 50 TPS3R.

Sampah-sampah itu biasanya disetorkan ke pengepul atau diolah menjadi kompos hingga produk kriya. Cara itu bisa menjadi win-win solution karena anggaran pengolahan sampah dari APBD terbatas dan belum memungkinkan membangun TPA lagi.

Di tempat lain, Direktur Utama Hawai Waterpark Bambang Judo Utomo menuturkan, pihaknya tidak menyiapkan skema khusus untuk potensi lonjakan sampah. Sebab, sejak awal pihaknya sudah berkolaborasi dengan DLH Kabupaten Malang untuk urusan sampah. Dimulai dari pengambilan hingga pengelolaannya.

”Kalau tambahan petugas kebersihan juga belum ada, hanya koordinasi lebih sering sama DLH kalau-kalau sampah butuh diangkut saat di luar jadwalnya,” ujar Bambang. Salah satu upaya pihaknya dalam mengelola potensi peningkatan sampah dengan menyediakan tempat sampah terpisah. Yakni menyediakan tempat sampah plastik, sampah organik, dan sampah yang bisa didaur ulang.

Dengan proses pemisahan sampah sejak awal bisa mempermudah petugas untuk mengelola. Untuk mengurangi sampah plastik di area wisata, pihaknya juga melarang wisatawan membuang sampah sembarangan. Muncul juga larangan membawa makanan atau minuman dari luar.

Kontrol semacam itu perlu agar kondisi tempat wisata tetap bersih dan volume sampah terkendali. Sejauh ini, pihaknya belum merasakan kenaikan kunjungan wisatawan. Padahal, biasanya sejak pertengahan Desember, tepatnya saat weekend sudah ada peningkatan. (aff/by)

Editor : A. Nugroho
#Kabupaten Malang #DLH #plt #Nataru