Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Prediksi Ada 379 Ribu Wisatawan di Kabupaten Malang saat Natal dan Tahun Baru

Bayu Mulya Putra • Selasa, 23 Desember 2025 | 17:19 WIB
Ilustrasi Wisatawan
Ilustrasi Wisatawan

KEPANJEN - Jumlah wisatawan diprediksi meningkat dalam beberapa hari ke depan. Pemkab Malang memperkirakan bakal ada 379.500 sampai 379.800 wisatawan yang akan memadati wilayahnya hingga pergantian tahun. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang Firmando Hasiholan Matondang menyampaikan, setiap tahun umumnya ada kenaikan jumlah wisatawan sekitar 5 sampai 8 persen saat Nataru.

Tren tersebut sudah terjadi mulai 2023 lalu. ”Tahun ini, wisatawan lokal kami perkirakan 378 ribu orang dan wisatawan mancanegara sekitar 1.500 sampai 1.800 orang,” kata dia, kemarin (22/12) (selengkapnya baca grafis). Biasanya, wisatawan mulai datang pada malam Natal atau 24 Desember. Hingga puncaknya saat malam tahun baru atau 31 Desember.

Wisatawan bakal menyebar di seluruh destinasi wisata di Kabupaten Malang. ”Namun, yang menjadi unggulan kami tetap wisata alam, misalnya wisata pantai. Walaupun kondisi perbaikan jalan menuju Malang selatan masih belum tuntas,” kata pejabat eselon II B Pemkab Malang itu. Oleh karena itu, pihaknya menyarankan jalur alternatif bagi wisatawan.

Grafis Jumlah Wisatawan Akhir Tahun
Grafis Jumlah Wisatawan Akhir Tahun

Bisa melewati Kecamatan Pagak atau Kecamatan Turen. ”Contoh, wisatawan Pantai Tanjung Penyu pada November lalu saja ada 21 ribu orang. Apalagi Desember sampai Januari yang menjadi puncaknya. Itu kami perkirakan bisa sampai lebih dari 50 ribu pengunjung,” papar Firmando. Pantai lain yang menjadi tujuan wisatawan seperti Pantai Modangan dan Pantai Ngliyep.

Selain Malang selatan, destinasi wisata di wilayah pegunungan juga menjadi favorit. Misalnya Lembah Indah di lereng Gunung Kawi serta Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Wisata lainnya seperti Sumber Maron dan Sumber Sira juga menjadi andalan. Sebab, tempat wisata tersebut terjangkau bagi semua kalangan.

Pengelola destinasi wisata biasanya menambah personel setiap musim liburan. Sebagai contoh, Sumber Maron yang saat hari biasa ada sembilan orang yang bertugas. Namun saat hari libur ada tambahan lima orang. Pihak yang dikerahkan itu berasal dari perangkat desa.

Mereka akan membantu untuk pengawasan tiket dan keamanan. Selain itu, sebagai antisipasi cuaca ekstrem, pemkab juga menyediakan bantuan medis dari puskesmas. Juga ada tambahan personel untuk menjaga kondusivitas di tempat wisata.

Untuk mendatangkan wisatawan ke Kabupaten Malang, pemkab rutin melakukan promosi wisata. Salah satunya melalui konten media sosial. Sosialisasi kepada pengelola wisata juga terus dilakukan. Utamanya terkait keamanan dan kenyamanan pengunjung.

Termasuk penyediaan sarana dan prasarana (sarpras) dasar, misalnya toilet. ”Kami juga mengingatkan terkait koordinasi antar-stakeholder apabila ada kejadian yang harus segera ditangani. Termasuk antisipasi kejadian luar biasa, bencana alam, ataupun evakuasi,” imbuh Mando.

Terpisah, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Malang Teguh Hadi Saputro menyampaikan, seperti tahun-tahun sebelumnya, pihaknya sudah menyusun strategi untuk memanfaatkan momentum Nataru. ”Kami terus mempelajari dan mencari pasar masing-masing hotel. Dari segi harga, kami juga sudah persiapkan (yang menarik),” kata dia.

Teguh menyebut, hotel-hotel sudah menyiapkan penawaran khusus untuk menggaet wisatawan yang diprediksi akan melonjak pada 25 Desember mendatang. Event khusus perayaan Nataru juga disiapkan. Misalnya Grand Miami Hotel yang menyiapkan acara bertajuk Wonder of South pada 29 sampai 31 Desember mendatang. ”Namun, yang paling utama, kami mengimbau kepada hotel anggota kami untuk terus meningkatkan hospitality demi menjaga kenyamanan tamu,” pungkasnya. (yun/by)

Editor : A. Nugroho
#wisatawan #Pemkab Malang #disparbud #Kabupaten Malang