KEPANJEN - Momentum peringatan Hari Ibu dimanfaatkan Pemkab Malang untuk meluncurkan aplikasi pelayanan publik yang baru. Namanya aplikasi bimbingan perkawinan (bimwin). Aplikasi tersebut diluncurkan di Pendapa Agung Kabupaten Malang kemarin (22/12).
Bupati Malang H M. Sanusi menyebut, acara seremoni itu sejalan dengan tema nasional hari ibu. Yakni ’Perempuan Berdaya dan Berkarya, Menuju Indonesia Emas 2045’. Dia menyebut bahwa aplikasi tersebut merupakan inovasi digital untuk meningkatkan kualitas calon pengantin.
”Terutama dalam membangun keluarga yang harmonis, sehat, dan berketahanan,” ujar dia, kemarin. Lewat aplikasi tersebut, dia berharap angka pernikahan dini di Kabupaten Malang akan terus menurun.
Sebab, di dalam aplikasi itu terdapat penilaian kesiapan calon pengantin dalam menjalankan pernikahan. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Malang Arbani Mukti Wibowo menambahkan, aplikasi tersebut sudah dirancang sejak dua tahun lalu.
Namun, dengan berbagai penyesuaian dan penyempurnaan, aplikasi baru diluncurkan kemarin, bertepatan dengan peringatan Hari Ibu. ”Permasalahan-permasalahan pernikahan, termasuk kekerasan itu akar masalahnya karena belum siap menjalani pernikahan,” kata Arbani.
Kesiapan tersebut salah satunya dipengaruhi usia calon pengantin yang relatif masih muda. Oleh karena itu, pihaknya menyusun aplikasi literasi pernikahan tersebut. Dengan harapan, calon pengantin dapat mematangkan pemikirannya sebelum menikah. Sehingga, ketika menjalani pernikahan, konflik rumah tangga dapat diminimalisir.
Pejabat eselon II B Pemkab Malang itu juga menyebut, aplikasi tersebut sesuai dengan modul yang disusun berbagai instansi. Seperti Kementerian Agama (Kemenag), Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB), hingga DP3A.
Termasuk dari Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) untuk modul cara menguatkan mental saat menjalani kehidupan berumah tangga.
”Di aplikasi tersebut akan ada pre-test dan post-test yang penilaiannya disusun kemenag,” ucapnya. Dari penilaian tersebut dapat diketahui kesiapan calon pengantin untuk menjalani kehidupan pernikahan. (yun/by)
Editor : A. Nugroho