KEPANJEN - Perawatan drainase di Jalan Sumedang, Kelurahan Cepokomulyo, Kecamatan Kepanjen segera rampung. Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang sudah menyelesaikan proses pembukaan saluran air di sisi barat jalan dekat perlintasan sebidang Kereta Api (KA). Tepatnya di samping Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Malang.
Kini, pemkab tinggal menunggu tutup atau grill drainase. Kepala DPUBM Kabupaten Malang Khairul Isnaidi Kusuma mengatakan, upaya normalisasi itu sudah dimulai sejak 15 Desember lalu. ”Itu untuk antisipasi aliran air permukaan di jalan saja. Jadi lubang ini bekerja sebagai bak kontrol sekaligus penangkap air,” terang dia.
Seperti diberitakan, sebelumnya drainase di sana ditutup secara penuh dengan cor beton. Itu diyakini DPUBM menjadi salah satu faktor penyebab seringnya banjir di kawasan tersebut. Di sisi lain, topografi wilayah di sana juga menyerupai mangkuk.
Beranjak dari kondisi itu, pembukaan tutup drainase dari cor beton berlangsung selama lima hari. Sampai 20 Desember lalu. Pengerjaannya dilakukan bersamaan dengan rehabilitasi jalan Kepanjen-Pagak yang dikerjakan Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (B2PJN) Jawa Timur-Bali Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Dari pengamatan Jawa Pos Radar Kanjuruhan di lokasi kemarin siang (22/12), lubang drainase sudah selesai digali. Tidak ada lagi pekerja yang mengutak-atik. Total ada 13 lubang yang dibuka pekerja.
Lebarnya satu lubang sekitar 60 sentimeter dengan panjang bervariasi. Ada yang hanya 50 sentimeter. Ada pula yang sampai 2 meter. Semua bergantung kebutuhan penampung air.
”Kami masih menunggu kedatangan grill-nya. Setelah datang nanti langsung dipasang,” ujar Oong, sapaan Kepala DPUBM. Normalisasi drainase itu, bakal dilanjutkan lagi pada 2026 nanti. ”Awal tahun depan mulai pembuatan drainase baru dari dekat rel sampai dengan jalan jembatan alias ke arah selatan,” imbuh dia.
Sementara di sisi timur jalan, tidak ada penggalian drainase lagi karena sudah ada sungai. Namun, sebagai langkah pencegahan luapan air, dibuat tembok atau sayap jembatan yang memanjang dari jembatan di samping Kejari sampai Jembatan Krapyak. Celah antara jalan yang ditinggikan dengan tembok sungai akan ditutup dengan tanah timbunan. (biy/by)
Editor : A. Nugroho