KEPANJEN - Proyek rehabilitasi jalan Kepanjen-Pagak diprediksi bakal selesai tepat waktu. Sampai awal pekan ini, Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (B2PJN) Jawa Timur-Bali mengestimasi bahwa pekerjaan tersebut sudah berjalan 70 persen. Targetnya, pada 31 Desember semua pekerjaan rampung.
Untuk mengingat kembali, jalan tersebut masuk dalam progam Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah atau IJD. Perbaikannya dilakukan sejak 3 Desember lalu dan memakan anggaran Rp 12,6 miliar. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui B2PJN Jatim-Bali merehabilitasi jalan lintas Kepanjen menuju Pantai Ngliyep tersebut sepanjang 3,1 kilometer.
Humas B2PJN Jatim-Bali Achsan Asjhari mengatakan, progres perbaikan jalan tersebut sudah melewati 70 persen. ”Per tanggal 21 Desember lalu, progresnya sudah 70 persen. Prediksi kami, satu hari itu bisa tercapai 1 persen,” kata dia.
Ada tiga pekerjaan yang dilakukan dalam proyek tersebut. Yakni pengaspalan jalan sebanyak dua lapis, peninggian jalan, serta pembetonan bahu jalan. ”Semuanya masih berlangsung,” kata Achsan.
Dari pengamatan wartawan koran ini di lokasi, tepatnya di Jalan Sumedang, Kelurahan Cepokomulyo, Kepanjen, para pekerja jalan sudah tidak melakukan peninggian jalan di dekat kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Malang. Malah, jalan yang ditinggikan sekitar 1 sampai 1,5 meter itu sudah dilapisi aspal.
Sementara, betonisasi bahu jalan berlangsung di dekat kantor J&T Kepanjen. Lalu, untuk pengaspalan, tampaknya masih dilakukan setelah pengecoran bahu jalan rampung. Sebab, sepanjang jalan dari depan Pos Laka Lantas Satlantas Polres Malang sampai jelang perlintasan sebidang KA Kejari Kabupaten Malang terdapat beda tinggi aspal. Dalam hal ini, sebelah kanan atau barat jalan lebih tinggi dari sebelahnya. Meski begitu, Achsan menyebut bahwa semuanya sudah sesuai jadwal. ”Kami optimistis selesainya proyek ini tepat waktu tanggal 31 Desember,” tandas dia. (biy/by)
Editor : A. Nugroho