BANTUR - Setelah empat bulan dibangun ulang, Jembatan Rejoyoso di Kecamatan Bantur dinyatakan rampung. Kini hanya tinggal proses finishing saja yang perlu dilakukan. Karena belum sepenuhnya tuntas, akses di jembatan tersebut masih ditutup.
Seperti diberitakan, jembatan sepanjang 40 meter itu sempat rusak akibat terjangan banjir besar Malang selatan pada 28 November 2024 lalu. Pada 14 Juli 2025, pembangunannya dimulai. Anggaran yang dialokasikan pemkab senilai Rp 3,5 miliar.
Jembatan penghubung Desa Sumberejo, Kecamatan Pagak dengan Desa Rejoyoso, Bantur itu dibangun ulang Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang karena struktur lamanya rusak parah. Separo bagian jembatan tersebut runtuh dan sisa fondasinya tergerus air sungai.
Kepala Bidang (Kabid) Pembangunan dan Peningkatan DPUBM Kabupaten Malang Anita Aulia Sari mengatakan, pembangunan tersebut telah memasuki tahap akhir. ”Saat ini tinggal sedikit pengecatan railing, pembersihan lokasi, dan penyempurnaan,” kata dia, kemarin (26/12).
Meski begitu, jembatan tersebut masih belum dibuka untuk umum. ”Demi keselamatan bersama, jembatan belum dibuka untuk lalu lintas (open traffic) hingga seluruh pekerjaan dinyatakan selesai dan aman,” imbuh dia.
Itu juga terlihat dari pengamatan wartawan koran ini di lokasi. Pagar seng dengan tinggi sekitar dua meter masih terpasang. Bilah bambu sisa konstruksi masih berserakan di lokasi. Begitu pula sisa pasir bahan bangunan yang masih terlihat di tengah jembatan.
Berkaitan dengan penutupan jalan tersebut, Camat Bantur Bayu Jatmiko menyebut bahwa pembukaan jembatan rencananya dilakukan pada Senin mendatang (29/12). ”Senin pembukaan sekaligus selamatan dulu di lokasi,” ujar dia. (biy/by)
Editor : A. Nugroho