KEPANJEN – Berkurangnya dana Transfer ke Daerah (TKD) ke pemerintah daerah berpengaruh terhadap berbagai sektor. Salah satunya yakni aktivitas pariwisata dan budaya. Tahun depan, Pemkab Malang harus mencari cara lain untuk tetap meningkatkan kunjungan pariwisata dengan anggaran yang semakin terbatas.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang Firmando Hasiholan Matondang menyampaikan, pada 2026 mendatang, anggaran untuk disparbud terpangkas hampir 70 persen. Dengan anggaran yang sangat terbatas itu, pihaknya juga tidak mampu membantu destinasi wisata meningkatkan kualitas sarana dan prasarananya.
”Untuk anggaran operasional kami, dari sebelumnya pada 2025 ada Rp 5 sampai Rp 6 miliar, tahun depan hanya Rp 2 miliar,” ujarnya. Pemangkasan anggaran tersebut sebenarnya sudah terjadi pada 2025 ini. Namun pada tahun depan pemangkasannya lebih besar lagi. Salah satu akibatnya, terdapat event tahunan yang tidak bisa terlaksana.
”Misalnya KCC (Kanjuruhan Culture Carnival) dan Kanjuruhan Bantengan Festival (KBF). Itu kan setiap tahun biasanya ada, tetapi sejak tahun ini sudah tidak ada. Kemungkinan tahun depan juga sama,” ucap pejabat eselon II B Pemkab Malang itu. Pada 2024 lalu, dua event tersebut digelar dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Malang.
Pada event KCC, masing-masing kecamatan akan menampilkan destinasi wisata yang dikemas dalam seni, drama, dan tari (sendratari). Sementara dalam event KBF akan menampilkan atraksi kesenian bantengan dari 33 kecamatan. Dua event tersebut bisa menghabiskan anggaran sekitar Rp 400 juta.
Meski ada pemangkasan anggaran, pihaknya tetap berupaya melaksanakan kegiatan peningkatan pariwisata. Misalnya pencetakan buku panduan wisata yang diletakkan di spot-spot tertentu. Seperti di pintu kedatangan Bandara Abdulrachman Saleh, Kecamatan Pakis.
”Selain itu, kami juga akan menguatkan kolaborasi dengan pihak ketiga untuk meningkatkan promosi wisata,” imbuh Mando, sapaan akrabnya. Contohnya seperti pengajuan rute penerbangan baru dari Kabupaten Malang. Dengan demikian, wisatawan menjadi lebih mudah jika ingin berkunjung. Selain itu, kolaborasi dengan Perangkat Daerah (PD) lain juga akan dimaksimalkan. (yun/by)
Editor : A. Nugroho