KEPANJEN - Ketua Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Sri Untari punya pesan khusus untuk pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP). Untuk memaksimalkan potensi di setiap wilayah, dia menyarankan agar setiap unit usaha dipikirkan secara matang. ”Saya berharap koperasi merah putih tidak hanya bergerak di bidang simpan pinjam saja,” kata dia dalam Musda Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Malang, Selasa lalu (23/12).
Tujuannya untuk mengurangi banyaknya pinjaman yang dimiliki masyarakat. Dia lantas menyarankan agar koperasi merah putih diarahkan untuk menawarkan barang-barang konsumsi dan produksi. Dengan begitu, dia yakin bahwa peran KDMP bakal lebih maksimal.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Dinkop-UM) Kabupaten Malang Tito Fibrianto Hadi Prasetya menyampaikan, dalam musda dekopinda itu juga dilakukan penyegaran kepengurusan. Sekaligus menyusun terobosan untuk memajukan koperasi. Baik yang sudah berjalan maupun yang baru merintis. Seperti Koperasi Desa/Keluharan Merah Putih (KDMP). ”Dekopinda juga sudah memberi pendampingan KDMP sejak awal pembentukan saat musyawarah desa itu,” kata pejabat eselon II B Pemkab Malang itu.
Sementara itu, Wakil Bupati (Wabup) Malang Lathifah Shohib menyebut bahwa Pemkab Malang memandang koperasi tidak hanya sebagai badan usaha saja. Namun sebagai pilar penting penggerak ekonomi kerakyatan. ”Koperasi berperan strategis dalam memperkuat struktur ekonomi daerah, memperluas kesempatan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan anggota dan masyarakat,” kata dia.
Di tengah dinamika ekonomi global dan tantangan transformasi digital, dia menekankan pentingnya koperasi untuk terus beradaptasi melalui peningkatan pengelolaan serta perluasan jejaring usaha. Untuk memaksimalkan pengelolaan koperasi, dekopinda berperan sebagai wadah konsolidasi, advokasi, dan penguatan kapasitas gerakan koperasi di Kabupaten Malang.
”Penyusunan Rencana Kerja 2026 harus bersifat visioner dan selaras dengan arah pembangunan daerah yang berfokus pada penguatan koperasi modern,” imbuh Lathifah. Selain itu juga harus beriringan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi digital, serta penguatan akses pembiayaan dan pasar. (yun/by)
Editor : A. Nugroho