Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

ProFauna: Populasi Buaya Muara di Pesisir Malang Selatan Cukup Sedikit

Bayu Mulya Putra • Senin, 29 Desember 2025 | 18:04 WIB
SUDAH TIGA KALI MUNCUL: Petugas mendapati buaya muara di tepi Pantai Pasir Panjang Ngliyep, 26 Desember lalu.
SUDAH TIGA KALI MUNCUL: Petugas mendapati buaya muara di tepi Pantai Pasir Panjang Ngliyep, 26 Desember lalu.

DONOMULYO - Kegiatan wisata di pantai-pantai Malang selatan sedikit terganggu akhir-akhir ini. Itu setelah viral beberapa video yang menampilkan kemunculan buaya di pesisir pantai.

Terdata, selama November sampai Desember ini, sudah ada tiga kali penampakan buaya di tiga pantai. Tersebar di Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe), Gedangan, dan Donomulyo.

Berdasar pengamatan Jawa Pos Radar Kanjuruhan, penampakan buaya pertama kali terlihat di Pantai Ungapan, di Desa Gajahrejo, Kecamatan Gedangan pada 1 November lalu. Buaya berjenis air asin atau muara itu terekam warga sedang berjemur.

Kemudian ada lagi penampakan buaya muara di Pantai Watu Leter, di Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumawe pada 23 Desember lalu. Berikutnya juga terjadi di Pantai Pasir Panjang Ngliyep, di Desa Kedungsalam, Kecamatan Donomulyo pada 26 Desember.

Kasi Humas Polres Malang AKP Bambang Subinajar mengatakan bahwa kepolisian telah melakukan pencarian terhadap keberadaan buaya-buaya tersebut. Akan tetapi, dari tiga kali penampakan yang dilaporkan warga, hanya satu yang didapati polisi. Yaitu di Pantai Pasir Panjang Ngliyep.

”Kami mendapati buaya itu malam hari pada 26 Desember. Ukurannya sekitar tiga meter dan sempat terlihat berenang di sekitar tepi pantai di kawasan kampung nelayan hingga area wisata Pasir Panjang,” papar dia.

Kepolisian bersama Perum Perhutani, SAR, dan pengelola wisata sempat berupaya melakukan evakuasi terhadap reptil purba tersebut. Akan tetapi tidak berhasil. ”Hewan itu kembali berenang ke arah laut lepas seiring kondisi ombak yang cukup besar,” ujar dia.

Bambang menambahkan, berdasar hasil koordinasi di lapangan, buaya tersebut diduga tersesat atau terbawa arus laut karena kawasan Pantai Ngliyep. ”Meski demikian, langkah antisipasi tetap kami lakukan. Pengelola wisata telah mengimbau pengunjung untuk tidak berada di tepi pantai maupun berenang demi menghindari risiko,” imbuhnya.

Polisi juga terus berkoordinasi dengan BKSDA dan instansi terkait untuk langkah penanganan lanjutan apabila buaya kembali muncul.

Di tempat lain, pendiri ProFauna Indonesia Rosek Nursahid mengatakan bahwa hewan yang memiliki nama latin crocodylus porosus itu memang memiliki habitat di sepanjang pantai selatan Kabupaten Malang.

”Memang mereka ada di sepanjang pantai dekat, mulai pulau Sempu sampai Pantai Modangan. Akan tetapi populasi mereka cukup sedikit,” kata dia. Masih belum bisa dipastikan berapa populasinya terkini.

Akan tetapi, penampakan buaya di pantai Malang Selatan bisa dibilang cukup langka. Biasanya, buaya muara akan berkeliaran ketika mencari makan. Bisa pagi, siang, atau bahkan malam.

”Penampakannya setahun sekali saja belum tentu sekali. Tapi kemunculan mereka akhir-akhir ini masih belum diketahui kenapa, apakah ada gangguan di laut atau pertumbuhan populasi. Itu harus dicari tahu lagi,” imbuh Rosek. (biy/by)

Editor : A. Nugroho
#sumawe #Polres Malang #Kabupaten Malang #pantai malang