KEPANJEN - Selama bulan Desember ada tiga kejadian angin kencang di wilayah Kabupaten Malang. Akibatnya, sebanyak 22 rumah terdata mengalami kerusakan. Satu orang juga terluka karena bencana hidrometeorologi tersebut.
Kabid Kedaruratan dan Logistik (KL) BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan menjelaskan, kejadian angin kencang yang menyebabkan kerusakan rumah penduduk terjadi tiga kali. Yakni pada 3 Desember di Kecamatan Lawang, kemudian tanggal 20 dan 21 di Kecamatan Singosari.
Sadono menjelaskan, kejadian di Lawang menyebabkan lima rumah rusak di tiga desa. ”Masing-masing satu di Desa Sidodadi dan Wonorejo, kemudian tiga di Desa Bedali,” terang dia. Kebanyakan, kerusakan yang timbul yakni atap rumah yang rusak akibat tertiup angin kencang. Hampir semuanya merupakan atap pelindung bagian dapur rumah.
Sementara di Kecamatan Singosari, kerusakan yang ditimbulkan cukup banyak. Pada kejadian tanggal 20 Desember di Dusun Gebyak, Desa Purwoasri, sebanyak 16 rumah dinyatakan rusak. Terdiri dari tiga rusak sedang dan 13 lainnya rusak ringan. Kerusakannya masih sama, yaitu berkutat di atap rumah. Berupa genting yang diterbangkan angin, sekaligus atap seng yang rubuh dan terbawa embusan angin.
Pada 21 Desember lalu terjadi bencana angin kencang di Kelurahan Pagentan, Kecamatan Singosari. Hanya satu rumah yang rusak saat itu. Yaitu rumah milik Misni, di RT 6/RW 3, Kelurahan Pagentan. Rumahnya rusak di bagian tengah dan belakang. ”Atapnya ambruk kena angin kencang dan hujan deras,” ucap Sadono.
Kejadian di Pagentan juga menimbulkan satu korban. Yaitu anak laki-laki berusia 9 tahun berinial MRAP. ”Yang bersangkutan menderita luka di kepalanya. Diduga kena runtuhan atap. Korban saat itu juga sedang tidur,” ujar dia. Untuk kerugian materi akibat kejadian tersebut, hanya satu lokasi yang sudah teridentifikasi. Yakni tiga desa di Kecamatan Lawang, yang menyebabkan kerugian Rp 10 juta secara krusial. ”Untuk yang di Singosari masih belum ada laporan lagi dari pihak desa terkait,” tandas Sadono. (biy/by)
Editor : A. Nugroho