Diluncurkan pertama kali pada 2019, aplikasi Sistem Pengelolaan Informasi Pajak Mandiri (Sipanji) akhirnya mendapat apresiasi. Pada 10 Desember 2025 lalu, Sipanji meraih penghargaan dalam ajang Innovative Government Awards (IGA) 2025 di Jakarta. Itu merupakan ajang tahunan yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Malang Made Arya Wedanthara menyampaikan, penerapan Sipanji terbukti dapat meningkatkan kepatuhan wajib pajak (WP). Sehingga berpengaruh langsung terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Itu ditunjukkan dengan realisasi pajak daerah yang terus meningkat.
Pada 2023 lalu, realisasi pajak daerah tercatat senilai Rp 454 miliar. Sementara pada 2024 meningkat jadi Rp 528 miliar, dan pada 2025 naik lagi menjadi Rp 742 miliar. ”Sistem itu mendorong transparansi dalam seluruh proses pembayaran pajak oleh WP,” ucapnya. Dalam aplikasi tersebut, WP dapat mendaftar, melapor, dan membayar pajak secara mandiri. Mereka juga dapat melihat tagihan pajak dan lokasi objek pajaknya. Sistem itu juga bisa memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
Selain Sipanji, pada 25 November 2025 lalu pemkab juga mendapat apresiasi dari Pemprov Jatim. Tepatnya dari ajang penghargaan
Tim Perluasan dan Percepatan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Pemprov Jatim. Dalam ajang itu, pemkab meraih penghargaan Sinergitas Pemungutan Opsen Pajak Terbaik 2025.
Keberhasilan sinergitas pemungutan opsen pajak itu tidak lepas dari kinerja tim gabungan yang dibentuk di dua wilayah strategis. Yakni Malang utara dan selatan. Tim tersebut melibatkan berbagai unsur.
Di antaranya yakni bapenda, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dinas perhubungan (dishub), perbankan, hingga dukungan Pemerintah provinsi (Pemprov) Jatim.
Salah satu langkah yang mendapat perhatian khusus Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yakni Operasi Gabungan (Osgab). Dalam pelaksanaannya, tim tidak hanya melakukan penindakan, namun juga pendekatan persuasif. ”Tim juga memberikan reward berupa helm kepada WP yang taat membayar opsen PKB (Pajak Kendaraan Bermotor),” tambah Made.
Pembagian helm tersebut sebagai bentuk edukasi keselamatan sekaligus sosialisasi pajak. Pendekatan humanis tersebut dinilai efektif. Tim bergerak door to door, menyasar perusahaan, pasar, ruas jalan, hingga pusat aktivitas ekonomi. Sosialisasi juga dilakukan langsung ke badan usaha agar kepatuhan pajak tumbuh tanpa rasa takut.
Hasilnya, capaian opsen PKB dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) menunjukkan tren positif. Bahkan melebihi target. Hingga saat ini, capaian opsen PKB sekitar 105,09 persen dan opsen BBNKB sekitar 106,85 persen. Angka tersebut mencerminkan efektivitas strategi kolaboratif yang diterapkan.
Kolaborasi juga diperkuat lewat dukungan Bank Jatim di wilayah utara dan selatan. Serta keterlibatan aktif personel Bapenda Kabupaten Malang. Tercatat, ada 81 personel yang terlibat langsung dalam penguatan pengawasan dan pendampingan di lapangan.
Selain penguatan lapangan, inovasi digital turut menjadi faktor penentu. Kabupaten Malang juga meraih apresiasi atas inovasi WhatsApp Blast, yang memungkinkan wajib pajak menerima tagihan dan informasi pajak secara langsung. Seluruh skema opsen kini telah berbasis digital. (yun/by)
Editor : A. Nugroho