PUJON-Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Malang terus memperkuat perannya dalam mendukung transformasi kesehatan. Mereka melakukan pengabdian masyarakat di wilayah binaan, Desa Pujon Kidul, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Program itu merupakan upaya pemberdayaan masyarakat dalam meningkatkan kesehatan ibu dan anak, guna mempercepat penurunan angka stunting di tingkat desa.
Kegiatan pengabdian masyarakat tersebut diperkuat dengan implementasi program dari Kementerian Kesehatan. Salah satunya, Investing in Nutrition and Early Years (INEY) Fase II. Berkolaborasi lintas sektor, mulai dari Jurusan Kebidanan Polkesma, Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Puskesmas Pujon, Kecamatan Pujon, serta Pemerintah Desa Pujon Kidul.
Sedangkan pelaksana pengabdian masyarakat itu, Dosen, Tenaga Kependidikan dan Mahasiswa dari Program Studi DIII Kebidanan Malang, Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan Malang, Program Studi Pendidikan Profesi Bidan Malang, dan bekerja sama dengan Dosen Program Studi Gizi.
Program ini menyasar kelompok rentan stunting. Di antaranya, remaja putri, calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, bayi, dan balita.
Rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat Wilayah Binaan dan INEY dilaksanakan sejak Juni hingga Desember 2025. Memanfaatkan pendekatan terstruktur dan berbasis kebutuhan lokal. Tahap awal kegiatan diawali dengan analisis situasi melalui Focus Group Discussion (FGD).
Koordinator Wilayah Binaan Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Malang Duhita Dyah Apsari SKb Bd MKes menjelaskan, program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk membantu dan membina masyarakat Desa Pujon Kidul. ”Stunting merupakan masalah yang harus diselesaikan secara kolaboratif dengan meningkatkan kerja sama lintas sektor dan meningkatkan peran serta masyarakat,” ujarnya. (aw/gp)
Editor : Aditya Novrian