PUJON – Tembok Penahan Tanah (TPT) di Dusun Tretes, Desa Bendosari, Pujon ambrol terseret longsor, Selasa malam (13/1). Panjang pelengsengan terdampak mencapai 25 meter. Material longsor menutupi ruas jalan, sehingga jalur Malang-Kediri tertutup.
Malam itu juga, petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang mendatangkan satu unit alat berat. Fungsinya untuk membersihkan material, sehingga jalan dapat dilintasi kembali. Kemarin (14/1) petugas bersama warga sekitar memasang terpal di lokasi longsor. Tujuannya untuk mengantisipasi longsor susulan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (KL) BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan mengatakan, longsor yang mengakibatkan ambrolnya TPT itu terjadi sekitar pukul 23.25. Kejadian diawali dengan hujan yang mengguyur kawasan tersebut sejak pukul 16.00 tanpa berhenti.
“Tanah sudah tidak mampu menyerap air, akhirnya tidak bisa ditahan lagi longsornya,” ujar Sadono kemarin. ”Selain itu, kami menduga TPT itu usianya sudah lama dan tak kuat menahan tanah lagi,” tambahnya.
Dalam pengamatan petugas, dia mengatakan, TPT milik Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) Provinsi Jawa Timur tersebut diduga terdapat kesalahan konstruksi. Seharusnya di setiap beberapa meter TPT ada pipa menancap di tanah. Keberadaan benda itu diperlukan untuk membuang muatan air berlebih dari dalam tanah. “Foto sebelum ambrol menunjukkan tidak ada pipa itu. Karena tidak ada buangan ke drainase, air mengendap di tanah sekitar atau di atasnya,” kata dia.
Kejadian tersebut sempat membuat lalu lintas dari Malang ke Kediri maupun sebaliknya sempat terhambat. Sistem buka tutup jalan diberlakukan selama pembersihan material berlangsung. Kini arus lalu lintas sudah normal.(biy/dan)
Editor : Aditya Novrian